SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Italia mengalahkan Moldova 2-0 dalam laga Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Gli Azzurri memberi perpisahan baik untuk pelatih Luciano Spalletti yang akan pergi usai pertandingan ini.
Bertanding di Stadion Mapei, Selasa (10/6/2025) dini har WIB, Italia sempat dikejutkan lewat gol Ion Nicolaescu yang menanduk umpan silang Oleg Reabciuk untuk menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma di menit ke-9, namun gol itu dianulir karena lebih dulu offside.
Italia kemudian benar-benar memimpin pada menit ke-40. Tembakan first time Giacomo Raspadori di dalam kotak penalti Moldova sukses menaklukkan kiper Cristian Avram. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, Italia menggandakan skor di menit ke-50. Andrea Cambiaso menuntaskan umpan mendatar Davide Frattesi dengan satu tembakan jarak dekat yang berhasil memperdaya Avram. Skor 2-0 bertahan hingga usai.
Ini menjadi kemenangan pertama Italia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Mereka kini ada di urutan ketiga dengan tiga poin dari dua laga.
Peringkat pertama dihuni Norwegia yang sudah meraih 12 poin berkat empat kemenangan dari empat laga. Moldova duduk di posisi juru kunci usai selalu kalah dari tiga laga yang mereka jalani, sehingga belum meraih poin sama sekali.
Usai laga, Luciano Spalletti mengaku gagal sebagai pelatih timnas Italia. Ia tak menampik telah gagal mengangkat performa Gli Azzurri. Spalletti mengakui kinerjanya sebagai pelatih timnas Italia sejauh ini tidak memuaskan. Ia
gagal mengangkat performa Italia.
“Saya akui kalau saya tidak mewariskan skuad Italia yang hebat kepada penerus saya, karena malam ini sekali lagi penampilannya tidak bagus,” ujar Spalletti dalam konferensi pers terakhirnya sebagai pelatih Italia, seperti dilansir Football Italia.
“Saya diberi kesempatan untuk bekerja. Saya mencoba, saya melakukan kesalahan, dan mencoba beberapa eksperimen. Dalam apa pun yang saya lakukan, saya mencoba untuk belajar, saya tidak yakin kalau saya tahu lebih banyak daripada siapa pun.”
“Saya tidak bisa mengeluarkan yang terbaik dari para pemain ini dan saya harus mengakui itu. Semuanya di bawah standar. Faktanya, kalian semua terlalu baik kepada saya, kalau saya akan lebih keras. Kalau suatu hari saya harus bicara jelek soal kalian …,” ucapnya sambil berkelakar.
Luciano Spalletti diangkat sebagai pelatih timnas Italia pada September 2023 untuk menggantikan Roberto Mancini. Selama menangani Gli Azzurri dalam 24 laga, Spalletti mencatat 12 kemenangan, enam hasil seri, dan enam kali kalah. Italia juga gagal mempertahankan gelar juara Piala Eropa usai tersingkir di 16 besar Euro 2024.
Luciano Spalletti mengomentari pertandingan terakhirnya membesut Italia. Pria berusia 66 tahun itu bertanggung jawab atas kegagalannya selama menangani tim nasional sejak Agustus 2023.
“Ketika seseorang menjadi pelatih Nazionale, dia tidak boleh punya alibi, karena ia yang memilih para pemain. Jika dia melihat para pemain kelelahan, ia harus mencari orang lain,” kata Spalletti usai laga Italia vs Moldova, dilansir dari Football Italia.
“Saya memilih para pemain ini karena saya pikir mereka bisa memberi kami respons. Kami melihat tekanan dan fisik yang membebani mereka setelah pertandingan Norwegia, jadi itu menambah beban,” dia menambahkan.
“Kami tentu tidak meninggalkan rasa antusiasme kepada pengganti saya, meskipun ada respons positif dari para penggemar. Pelatih harus membuat perbedaan, para pemain harus membuat perbedaan, dan sayangnya saya tidak membuat perbedaan,” ungkapnya. (dm)