Selasa, 8 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

12 Ribu Anak dan Perempuan Alami Kekerasan

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 17 Jun 2025 17:48 WIB
Rubrik Nasional
12 Ribu Anak dan Perempuan Alami Kekerasan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko PMK di Jakarta, Selasa (17/6/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih tergolong tinggi. Sepanjang Januari hingga 12 Juni 2025, Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat terdapat 11.850 laporan kekerasan. Jumlah korban mencapai lebih dari 12.000 orang, didominasi kaum perempuan.

“Data Simfoni dari kementerian kami menunjukkan, dari Januari sampai 12 Juni 2025 sudah terlaporkan sebanyak 11.850 kasus kekerasan yang korbannya adalah 12.000 sekian. Dari jumlah tersebut, sekitar 10.000 adalah perempuan dan sisanya laki-laki,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Arifah menjelaskan, jenis kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan seksual, dan lokasi kejadian terbanyak justru berada dalam ranah rumah tangga—tempat yang semestinya menjadi ruang paling aman.

Situasi ini sejalan dengan hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024, yang mengungkap bahwa satu dari empat perempuan Indonesia usia 15–64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual dari pasangan maupun bukan pasangan. Kekerasan cenderung lebih sering dialami oleh perempuan yang tinggal di perkotaan, berpendidikan SMA ke atas, serta mereka yang bekerja.

Sementara itu, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 turut menegaskan urgensi permasalahan kekerasan pada anak. Sekitar 11,5 juta atau 50,78 persen anak usia 13–17 tahun pernah mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan sepanjang hidup mereka.

Bentuk kekerasan yang paling dominan adalah kekerasan emosional. Temuan survei mencatat bahwa 45 dari 100 remaja pernah mengalami kekerasan emosional, baik dari orangtua maupun dari teman sebaya.

Baca Juga: 620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

“Teman sebaya menjadi pelaku kekerasan emosional tertinggi, yaitu 83,44 persen pada laki-laki dan 85,08 persen pada perempuan,” sebut Arifah, merujuk pada data SNPHAR.

Bentuk kekerasan emosional itu meliputi perlakuan dari orangtua yang menyebut anaknya bodoh, tidak diinginkan, atau kerap membentak dan mengancam. Sementara dari teman sebaya, kekerasan terjadi dalam bentuk perundungan atas kondisi fisik, ekonomi keluarga, hingga diskriminasi berbasis suku, agama, dan ras.

BeritaTerbaru

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Menteri Perhubungan Perpanjang Penutupan 8 Bandara

Senin, 7 Sep 2026 08:15 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Senin, 7 Sep 2026 08:03 WIB
Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Fase Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Status Siaga Tetap Berlaku

Minggu, 6 Sep 2026 17:27 WIB
Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Minggu, 6 Sep 2026 17:23 WIB

Menteri Arifah pun menyatakan bahwa Indonesia kini berada dalam kondisi darurat kekerasan terhadap anak. Tingginya prevalensi kekerasan dalam data nasional menunjukkan masalah yang serius dan belum seluruhnya terungkap.

“Bisa dikatakan begitu (darurat kekerasan anak), karena angkanya sangat tinggi. Ini yang terlapor, yang tidak terlapor mungkin lebih banyak lagi,” kata Arifah.

Lebih jauh, Arifah menyoroti pola asuh dalam keluarga sebagai salah satu akar dari maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ia menekankan pentingnya membangun keluarga yang tangguh sebagai benteng utama perlindungan. “Keluarga merupakan sekolah pertama dan utama bagi anak-anak. Di sanalah ditanamkan nilai akhlak, cinta, damai, dan penghargaan terhadap sesama,” tuturnya.

Penggunaan gadget yang tidak bijaksana juga menjadi sorotan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sebanyak 39,71 persen anak usia dini di Indonesia sudah menggunakan telepon seluler, dan 35,57 persen telah memiliki akses terhadap internet.

Baca Juga: Tergiur Gaji Rp9 Juta, Tiga Remaja Perempuan Asal Tangsel Jadi Korban TPPO di Jawa Timur

Ketidaksiapan orangtua dalam mengawasi dan membimbing penggunaan teknologi kerap membuka celah munculnya kekerasan, baik dalam bentuk siber maupun melalui konten negatif yang dikonsumsi anak secara bebas.

“Penyebab kekerasan terhadap anak didominasi oleh tiga faktor utama, yaitu pola asuh yang tidak tepat, penggunaan gadget yang tidak bijaksana, serta pengaruh lingkungan,” ujar Arifah.

Ia mengingatkan bahwa pencegahan kekerasan tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah. Butuh kerja kolaboratif lintas sektor, mulai dari masyarakat, organisasi non-pemerintah, akademisi, pelaku industri, hingga media.

“Persoalan ini adalah kerja bersama. Hanya dengan sinergi, kita bisa menciptakan perubahan nyata,” tegas Arifah. (rmg/san)

Tags: anakKekerasanPerempuan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi
Nasional

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Nasional

Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun

Jumat, 4 Sep 2026 07:38 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Jumat 4 September, Cek Lokasinya di Sini

Jumat, 4 Sep 2026 07:25 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Kamis 3 September, Cek di Sini Lokasinya

Kamis, 3 Sep 2026 07:43 WIB
Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup
Nasional

Imingi WNI Gaji Tinggi di Luar Negeri, 7.908 Loker Fiktif Ditutup

Rabu, 2 Sep 2026 20:59 WIB
620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community
Nasional

620 Anak Terpapar Konten Kekerasan, BNPB Waspadai True Crime Community

Rabu, 2 Sep 2026 20:51 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Bupati Tangerang Sambangi Korban Pohon Tumbang di Teluknaga

Bupati Tangerang Sambangi Korban Pohon Tumbang di Teluknaga

Selasa, 1 Sep 2026 22:08 WIB
Pemprov Banten Mulai Bahas Penataan Situ 7 Muara Pamulang

Pemprov Banten Mulai Bahas Penataan Situ 7 Muara Pamulang

Selasa, 1 Sep 2026 17:57 WIB
Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar

Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar

Minggu, 6 Sep 2026 20:21 WIB
Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu

Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu

Jumat, 4 Sep 2026 07:41 WIB
Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Minggu, 6 Sep 2026 16:05 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.