SATELITNEWS.COM, SETU–Pelaku penipuan mencatut nama Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan dalam menjalankan aksinua. Pelaku mengiming-imingi korban incarannya dengan tawaran dana hibah atau bantuan keuangan ke sejumlah orang.
Pelaku sempat beraksi menghubungi salah satu korban incarannya yang merupakan seorang pengurus salah satu masjid. Dalam aksinya itu, pelaku yang menggunakan nomor ponsel 081217767180 mengaku sebagai Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan.
Tak hanya mencatut nama Pilar, pelaku juga menggunakan foto Pilar sebagai foto profil akun WhatsApp-nya. Saat beraksi, pelaku terlihat sudah mengetahui nama korban incarannya. Ia mengaku hendak menyampaikan perihal bantuan donasi yang dibagikan oleh Pemkot Tangsel.
Setelah korban masuk dalam perangkapnya, pelaku memerintahkan korbannya untuk mengirimkan dana ke rekening pelaku. Pelaku juga meminta kepada korbannya untuk segera mengirim bukti transferan dana.
Menanggapi penipuan yang mencatut namanya itu, Pilar memastikan bahwa hal itu tidaklah benar. Ia mengedukasi, hal-hal yang menyangkut keuangan ataupun dana hibah pasti harus melalui prosedur formal. Melalui sistem surat menyurat yang resmi, bukan hanya sekadar pesan singkat.
“Jadi kalau ada yang menghubungi lewat WA dan mengaku saya atau Pak Wali, itu dipastikan bukan dari kami. Jangan sampai tertipu,” tegas Pilar saat diwawancarai awak media di Setu, Kamis (19/6).
Baca Juga: Satgas Haji Tangani 59 Kasus Penipuan, 550 Calon Jemaah Jadi Korban
Pilar juga memastikan, dirinya tak pernah melakukan komunikasi ihwal dana hibah secara pribadi, terutama melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp (WA).
“Saya tegaskan, dalam komunikasi yang berkaitan dengan bantuan keuangan, hibah, atau hal-hal yang menyangkut uang, saya tidak pernah menangani secara pribadi. Semua itu pasti dilakukan melalui mekanisme resmi dan melibatkan OPD terkait,” tegasnya kembali.
Pilar menjelaskan, praktik penipuan ini kerap kali terjadi di berbagai wilayah. Para pelaku mencatut nama-nama para pejabat publik, termasuk kepala daerah sepertinya.
“Ini bukan kejadian pertama. Ternyata teman-teman kepala daerah lain juga mengalami hal serupa. Setelah kami telusuri, pelakunya bukan dari Tangsel. Ada yang dari Madura, Jawa, bahkan Sumatera,” ungkapnya.
Pilar menduga, para pelaku seolah sudah mempelajari gaya komunikasi para pejabat. Hal itu dilakukan semata-mata guna meyakinkan korban incarannya.
Dia mewanti-wanti masyarakat agar jangan mudah percaya. Terlebih lagi jika yang menghubungi menjanjikan akan memberi uang dan meminta korban mengirimkan sejumlah uang.
Baca Juga: Polsek Cikeusal Amankan Miras dari Warung dan Kios
Ia menyarankan, jika ada nomor misterius yang menghubungi dan membahas persoalan uang lebih baik segera diblokir dan melaporkannya ke aparat penegak hukum.
“Laporkan saja agar bisa dilacak siapa sebenarnya pengirimnya. Ini penting supaya masyarakat tidak jadi korban penipuan,” pungkasnya. (rmn)
