SATELITNEWS.COM, TANGERANG--Gemerlap Festival Al-A’zhom kembali memeriahkan Kota Tangerang. Ribuan pengunjung memadati kawasan Masjid Raya Al-A’zhom sejak dibuka pada 26 Juni 2025 lalu. Festival tahunan yang kini memasuki tahun ke-12 ini menjadi magnet wisata religi dan budaya dengan beragam sajian kuliner, literasi, fashion, hingga hiburan rakyat.
Di tengah hiruk-pikuk pengunjung, senyum hangat Putri Ayu—pelaku UMKM kuliner—menyambut para pembeli di stand kecilnya. Ia menjajakan aneka hidangan khas Nusantara. “Ada pecel sayur, gorengan, bihun, ayam katsu, telur dadar, dan juga es-esan,” ujarnya sambil sibuk melayani pelanggan.
Putri mengaku sudah rutin mengikuti festival ini setiap tahun bersama keluarga. Dari pagi hingga malam, standnya selalu ramai diserbu pengunjung. “Per hari bisa dapat dua juta. Kalau akhir pekan bisa sampai tiga juta lebih,” katanya. “Festival tahun lalu malah bisa lebih tinggi dari itu.”
Bagi Putri dan banyak pelaku UMKM lainnya, Festival Al-A’zhom bukan sekadar ladang rezeki, tetapi juga ajang memperkenalkan produk lokal ke masyarakat luas. Tahun ini, tercatat ada 34 stand kuliner, 24 stand fashion, dan 26 stand UMKM kecamatan yang turut meramaikan festival. Ditambah dengan kehadiran pasar rakyat, suasana semakin semarak.
Tak hanya makanan dan kerajinan, Festival Al-A’zhom juga menjadi oase bagi para pecinta literasi. Di salah satu sudut area, tampak Wahyu, perwakilan dari penerbit Divapress, menjaga stand buku dengan antusias. “Kami rutin ikut dari tahun pertama festival ini digelar. Pengunjungnya cukup antusias, apalagi di akhir pekan,” ujarnya.
Beragam genre buku dijajakan di stand Wahyu, mulai dari novel, filsafat, buku anak, hingga bacaan umum. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp150 ribu ke atas. “Literasi di Tangerang lumayan bagus. Selalu ada yang beli. Pendapatan juga bisa tembus sejuta lebih per hari,” tambahnya.
Baca Juga: Festival Muharram Cengkok Padukan Layanan Publik dan Pemberdayaan UMKM
Festival ini tidak hanya memikat pelaku usaha dan pengunjung lokal, tetapi juga menjadi destinasi rekreasi keluarga. Eka, seorang ibu rumah tangga asal Kota Tangerang, mengaku datang tanpa rencana khusus. “Awalnya cuma mau ajak anak main, isi waktu libur sekolah. Ternyata lagi ada festival,” katanya sambil tertawa.
Ia datang bersama suami dan dua anaknya. Meskipun merasa tahun ini pengunjung sedikit lebih sepi dibanding tahun lalu, Eka tetap menikmati suasana hangat dan ramah di sekitar Masjid Raya Al-A’zhom. “Lumayan rame sih, anak-anak juga senang,” ucapnya.
Harga sewa stand di Festival Al-A’zhom pun bervariasi, tergantung posisi dan jenis produk. Untuk kuliner mulai dari Rp2 juta, fashion Rp2,5 juta, dan ada pula yang mencapai Rp3 juta. Hasil dari penyewaan ini dialokasikan untuk mendukung pengisi acara dan kelancaran kegiatan festival. (mg01)

















