SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Masalah drainase tertutup bangunan yang menyebabkan banjir di kawasan Jalan Gatot Subroto, RT 02 RW 01, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, terus menuai sorotan. Setelah lama dikeluhkan warga, kini masalah tersebut mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Tangerang.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa lagi dibiarkan. Ia menyebut, peristiwa ini bukan baru terjadi, melainkan sudah berulang sejak 2022, saat ia masih menjabat di Komisi II.
“Saya selaku anggota DPRD yang kini bertugas di Komisi IV, dan bermitra langsung dengan Dinas PUPR dan Perkim, akan mengambil langkah tegas. Masalah ini sudah dibahas dalam rapat lintas instansi sejak Juli 2022, bahkan sudah ada notulensi yang menyimpulkan bahwa bangunan yang menutup saluran air itu harus dibongkar,” ujar Saiful Milah, Senin (30/6).
Menurut Saiful, kala itu rapat dihadiri oleh perwakilan Dinas PUPR, Dinas Perkim, Satpol PP, tokoh masyarakat, serta pemilik ruko. Kesepakatannya tegas: bangunan harus dibongkar secara mandiri oleh pemilik. Jika tidak mampu, pemerintah akan menyiapkan pelaksanaan teknisnya.
“Pak Decky selaku Kepala Dinas PUPR saat itu bahkan sudah turun langsung ke lokasi. Tetapi sampai hari ini, perintah itu tidak dilaksanakan. Saya melihat ini sebagai bentuk kelalaian atau bahkan pembiaran yang sangat merugikan warga,” tegasnya.
Ia pun berencana mendorong pimpinan DPRD untuk segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh pihak terkait. Tujuannya untuk meminta klarifikasi atas tidak dijalankannya hasil keputusan resmi dari 2022 itu.
Baca Juga: Akademisi Soroti Persoalan Persampahan Hingga Drainase di Kota Tangerang
“Saya akan adukan persoalan ini ke pimpinan DPRD. Kita harus tahu di mana letak kebandelan dinas-dinas ini. Hasil rapat sudah ada, tapi eksekusinya nol,” ujarnya.
Saiful juga menegaskan, wilayah terdampak sebenarnya tidak tergolong daerah banjir. Namun karena aliran air tidak lagi bisa mengalir sebagaimana mestinya, genangan pun terjadi, bahkan menyebabkan kemacetan panjang hingga ke kawasan Cimone.
“Wilayah Jatiuwung, khususnya RW 01 Kelurahan Sangiang Jaya, itu dataran tinggi, bukan langganan banjir. Tapi bisa kena karena saluran ditutup bangunan. Ini bukan hanya tentang banjir, tapi juga gangguan lalu lintas dan aktivitas warga,” kata dia.
Saiful meminta agar pemerintah daerah tidak lagi abai terhadap keluhan masyarakat. Ia berharap, dalam waktu dekat, ada tindakan nyata yang dilakukan oleh pihak eksekutif.
Sebelumnya diberitakan, puluhan warga RT 01 RW 01 Kelurahan Jatiuwung, Kecamatan Jatiuwung Kota Tangerang kembali harus berjibaku dengan genangan air setiap kali hujan turun. Penyebabnya, sebuah bangunan yang berdiri di atas saluran drainase menyebabkan aliran air tersumbat hingga meluap ke permukiman warga.
Ketua RW 01 Kelurahan Jatiuwung, Agus menuturkan bahwa wilayahnya mengalami banjir hampir setiap hujan turun, bahkan ketika hanya berlangsung sebentar. Ia mengungkapkan bahwa sebelum bangunan itu berdiri, kawasan tersebut nyaris tak pernah tergenang karena drainase masih berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Lubang di Jalan Raya Cadas Periuk Selesai Ditambal
“Sebelum ada bangunan itu, air lancar, nggak pernah banjir. Tapi sekarang, drainasenya ditutup total. Air nggak bisa ngalir, ya akhirnya meluap ke wilayah kami. Dampaknya paling parah di RT 01 RW 01, sampai ke mushola Baitussalam,” ujar Agus, Minggu (29/6).
Menurut Agus, warga sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ke berbagai instansi, termasuk Dinas PUPR, Dinas Perkim, hingga anggota DPRD dan camat. Namun keluhan itu tak kunjung membuahkan hasil. (mg01)
























