TANGERANG–Anggota DPR -MPR RI Wahidin Halim (WH) kembali menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada masyarakat. Acara diselenggarakan di Rumah Aspirasi WH di Jalan H Djiran, Pinang, Kota Tangerang pada Minggu (29/7/2025) dan turut dihadiri ratusan orang ibu-ibu dari majelis taklim.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, WH menekankan pentingnya memperhatikan perkembangan anak serta melakukan pendampingan dari lingkungan sosialnya.
Tak hanya itu, ia juga menekan Pemda Tangerang lebih fokus memperhatikan perkembangan anak usia dini, terutama dari akibat kemiskinan struktural yang dapat menular.
Seperti misalnya para orang tua sekarang terkadang cuek membiarkan anaknya bermain ponsel berjam-jam tanpa memberi teguran.
Bahkan ada kalanya, orang tua juga kurang memperhatikan gizi yang cukup kepada buah hatinya karena lebih suka membeli kuota buat HP atau game.
Akibatnya kemiskinan struktural makin menjalar dan menular serta disulit dikendalikan. “Mental berusaha dan bekerja keras menjadi lemah, malas yang pada akhirnya meruntuhkan budaya dan karakter yang sudah terbangun dengan baik,”ujarnya.
Baca Juga: Kembali Nakhodai DPW NasDem Banten, WH: Jangan Ada Kantor DPD Dihutan dan Dipelosok
Lebih jauh, pria yang telah kenyang akan pengalaman sebagai kepala daerah ini menginginkan agar anak-anak dijauhkan dari ponsel sebagaimana yang diterapkan di negara New Zealand atau Selandia Baru.
Di sana, anak-anak sangat dibatasi dalam penggunaan HP. “Orang tua harus menegur anak jangan sampai lalai dalam menjalankan ibadah,” tegasnya.
WH juga mengingatkan orang tua bahwa anak-anak harus didik sejak kecil untuk melakukan hal-hal positif. “Pendidikan anak mulai dari rumah tangga,” jelasnya. “Jangan sampai pinjol, jual tanah orang tua sehingga, sebab kemiskinan struktural menular,” lanjutnya.
Sebab bila kemiskinan terjadi secara struktural, maka bisa jadi masyarakat miskin bakal bertambah miskin. “Overthinking, halusinasi dan menghayal sebagaimana dilihat di TV atau HP,” ujarnya.
Dikatakannya, kerusakan ini sengaja dibikin utk merusakkan moral budaya bangsa. “Berikan pemahaman bahwa dalam Islam itu harus kaffah. Misalnya mengenai sedekah harua ikhlas baik di saat sempit maupun lapang, ” jelasny.
Selain itu orang tua diajak menanamkan semangat sedekah kepada anak-anaknya agar memiliki semangat saling membantu sesama khususnya kepada mereka yang membutuhkan. “Ajari dengan praktik amal saleh.(made)
Baca Juga: Anggota DPR RI Wahidin Halim Janji Kawal Kasus SIP Pamulang



















