SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang, gerak cepat menangani peristiwa longsor Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pandeglang. Saat ini, pemerintah mengutamakan agar para siswa di sekolah tersebut bisa melaksanaka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Saat ini, sedang dilakukan pembersihan material longsor, baik tanah maupun puing pagar yang roboh akibat longsor. Untuk memudahkan proses bersih-bersih, satu alat berat diterjunkan ke lokasi longsor.
Dalam insiden itu, tidak ada korban jiwa karena pada saat kejadian, masyarakat atau pedagang yang ada dilokasi segera menyelamatkan diri dan tembok tersebut tidak langsung longsor. Panjang bangunan pagar yang rusak akibat longsor, sekitar 30 meter persegi dengan ketinggian tiga meter persegi.
Selain bangunan pagar yang mengalami kerusakan parah, longsor juga menyebabkan tiga gerobak milik pedagang mengalami kerusakan, serta dua sepeda motor yang terparkir di lokasi longsor.
Sehari setelah kejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) bersama instansi terkait lainnya, membersihkan sisa material longsor di lokasi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait melakukan evakuasi dan membersihkan material longsor.
Baca Juga: Selama Tahun 2024, Kasus Kebakaran di Pandeglang Diklaim Berkurang
Tindakan itu harus dilakukan, agar arus lalu lintas kembali normal dan lokasi tersebut tidak terjadi longsor susulan.
“Kita bersihkan puing bangunan yang longsor itu, semuanya kita bersihkan dulu. Karena kalau tidak dibersihkan, arus lalu lintas tidak akan lancar dan membahayakan bagi para pengguna jalan,” katanya, Kamis (3/7/2025).
Riza mengatakan, selain membersihkan material longsor, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada instansi terkait agar segera dilakukan atau dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT), guna mencegah longsor susulan, karena lokasi tersebut rawan longsor.
“Kalaupun belum bisa dibangunkan TPT, paling tidak dibangunkan penahanan lain, supaya tanah yang ada dilokasi tidak kembali longsor, karena bisa mengancam keselamatan masyarakat, apalagi cuaca sekarang enggak nentu,” tambahnya.
Kemudian, lanjutnya, arus lalu lintas dilokasi itu juga dialihkan alias ditutup sementara, sampai proses evakuasi material longsor selesai dan dibangunkan TPT. Tindakan itu harus dilakukan, sebagai upaya mengantisipasi longsor susulan dan mencegah terjadinya korban jiwa.
“Kita usulkan dan kita sampaikan, agar dilakukan penutupam jalur untuk sementara sampai penanganan awal selesai dilakukan. Karena kita khawatir, terjadi longsor susulan dan bisa menelan korban jiwa,” ujarnya.
Baca Juga: BPBDPK Pandeglang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir
Sementara, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, longsor yang terjadi di SDN 3 Pandeglang menjadi perhatian serius Pemkab Pandeglang. Untuk saat ini, pihaknya fokus terhadap penanganan awal bencana dan memastikan para siswa tetap bisa melaksanakan KBM.
“Kita pastikan KBM tetap berjalan dulu, dan para siswa tidak terganggu nanti belajarnya. Kita selesaikan penanganan awal, dan para siswa tetap bisa belajar dengan tenang,” ungkapnya.
Terkait tindakan setelah longsor, dia mengaku akan segera mencarikan solusi terkait persoalan tersebut. Oleh karena, alokasi anggaran yang dimiliki Pemkab Pandeglang cukup terbatas dan membutuhkan solusi alternatif.
“Secepatnya akan kita carika solusi terbaik, untuk sekarang kita tangani cepat dulu, sambil kita nanti membahas dan melaksanakan solusi lain untuk masalah longsor ini,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Pandeglang, Rabu (2/7/2025) menyebabkan pagar tembok Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pandeglang ambruk.
Hal itu terjadi karena, tembok penahan tanah (TPT) dilokasi itu terkikis air hujan sehingga menyebabkan tembok pagar longsor. Selain tembok, ada juga satu bangunan yang terkena dampak.
Material longsor juga menutup sebagian badan jalan dilokasi tersebut dan menyebabkan arus lalu lintas terhambat. Para pengendara yang biasa melintasi jalan tersebut dialihkan beberapa jam.(adib)
























