SATELITNEWS.COM, LEBAK—Pasar Kupa di Desa Cibungur, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak merupakan salah satu lokasi penjualan gula aren terbesar di Banten. Pasar Kupa menjadi potensi wisata atraksi kuliner di Lebak.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin potensi kearifan lokal dan tradisi yang ada di Pasar Kupa sangat menarik dan akan menjadi rencana untuk dikembangkan ke depannya.
“Kuliner merupakan salah satu atraksi yang bisa mendatangkan wisatawan, hal ini tentunya perlu kretivitas dari para pelaku dalam intensifikasi produk atau hilirisasi produk (produk kreatif) untuk menjadi daya tarik wisata termasuk sentra gula aren di Cigemblong,” kata Imam, Kamis (3/7/2025).
Dalam mengembangkan potensi Pasar Kupa, ia menuturkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Lebak. “Kedepan kami nanti bekerjasama dengan Dinkop UMKM dan juga komunitas Leekraf untuk menciptakan kreatifitas baru dengan melimpahnya potensi atau produk gula aren,” tuturnya.
“Sementara untuk jangka pendek produk gula aren di Cigemblong bisa dipasarkan atau ditampilkan di setiap event pameran dan bahkan juga dipajang di Plaza Lebak sebagai showcase produk UMKM dan ekraf,” sambungnya.
Lebih lanjut Imam, menyampaikan dalam waktu jangka panjang akan melakun pengembangan Pasar Kupa dengan pihak pemerintah desa setempat. “Untuk jangka panjang kita nanti akan berkolaborasi dengan Desa Cibungur menjadi spot atraksi wisata edukasi pembuatan gula aren dengan berbagai produk turunan yang tematik, unik sebagai branding desa wisata gula aren,” tuturnya.
Baca Juga: Dua Agenda Budaya Lebak Kembali Masuk Kharisma Event Nusantara 2026
Ia menambahkan, bahwa prosesnya pengembangan Pasar Kupa akan menjadi pembahas Disbudpar Lebak bersama pemerintah desa serta lintas sektor lainnya. “Tentunya potensi lokal ini harus mendapatkan dukungan serta skala prioritas dari pemerintahan desa juga, terkait konsep dan perencanaan akan kita bahas lebih lanjut dengan lintas sektor, komunitas dan stake holders lainnya,” pungkasnya. (mulyana)

















