SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Bencana longsor yang terjadi di Perumahan Puri Pamulang, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kini meluas dan semakin mengancam keselamatan warga. Turap yang ambrol terus melebar, menyebabkan satu rumah kontrakan nyaris ambruk dan akses warga terputus.
Menurut Ketua RT 004 RW 009, Ahmad Ghozali Mukti (57), saat ini jumlah keluarga terdampak terus bertambah. Kini tercatat ada 25 kepala keluarga (KK) yang benar-benar terisolasi, terdiri dari 7 keluarga warga asli dan 18 penghuni kontrakan yang tinggal berdekatan dengan lokasi longsor.
Warga yang terdampak sebanyak 30 jiwa, termasuk 9 balita, kini terpaksa mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman. Bantuan darurat sudah mulai disalurkan oleh BPBD Kota Tangsel, yang juga berencana mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di balai warga setempat.
“Khususnya warga saya ada 7 kepala keluarga, total 30 orang termasuk 9 balita, sisanya 18 penghuni kontrakan yang tinggal berdekatan dengan turap longsor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (9/7/2025).
Pemerintah Kota Tangsel kini fokus menyiapkan alat berat untuk merapikan material longsor. Namun, proses ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena tanah yang labil dan curah hujan yang masih tinggi membuka potensi longsor susulan yang lebih besar.
“Melihat kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas hujan masih tinggi, ada kemungkinan potensi longsor susulan terjadi,” sebutnya.
Baca Juga: YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta
Tidak hanya mengancam keselamatan warga, longsor yang terus meluas ini juga menimbulkan kerusakan parah pada infrastruktur setempat. Jalan utama menuju lokasi tertutup tanah longsor, menghambat akses bantuan dan evakuasi.
Berdasarkan informasi yang diterima, longsor tersebut sudah tidak kali terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Longsor kali paling parah dari segi diameter dan korban yang terdampak jika dibandingkan dengan tahun 2006 dan 2015 silam.
Sementara, Kepala Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Tangsel, Dian Wiryawan menyampaikan bahwa pihanyak telah melakukan sejumlah langkah dalam peristiwa tersebut. Hingga memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.
“Kita melakukan assement ke lokasi terdampak, koordinasi dengan temen temen DSDABMBK dan memberikan bantuan logistik untuk warga terdampak,” ucapnya.
Atas kejadian itu, Dian menghimbau kepada masyarakat khususnya sekitar lokasi agar tetap waspada guna tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Menghimbau masyarakat di sekitar lokasi kejadian untuk tetap waspada, alhamdulillah Dinas SDABMBK sudah menurunkan alat beratnya untuk pembersihan reruntuhan dan selanjutnya persiapan pengerjaan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali memicu bencana banjir dan tanah longsor. Sebuah turap setinggi sekitar 10 meter dengan panjang 40 meter di Jalan Matahari 5 Blok H3, RT 04 RW 09, Perumahan Puri Pamulang, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, ambruk pada Selasa (7/7/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. (eko)
Baca Juga: Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Sesalkan Kisruh YSH-UIN Jakarta
























