SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Ribuan warga di enam kecamatan terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Selasa (8/7). Sebanyak 760 kepala keluarga atau 1.462 jiwa di Kecamatan Kelapa Dua, Curug, Pasar Kemis, Sepatan, dan Pakuhaji terendam banjir setinggi 15 cm hingga 150 cm, Selasa (8/7).
Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadaman pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agun Guntara mengatakan ketinggian air yang merendam enam wilayah kecamatan itu sangat bervariatif. Dari 15 cm hingga paling dalam mencapai 150 cm. Dia juga mengatakan, penyebab utama banjir itu pun berbeda-beda. Ada yang dikarenakan faktor hujan dan juga meluapnya aliran Sungai Turi dan Cirarab.
“Penyebabnya, ada yang karena murni faktor hujan dan juga ada yang disebabkan meluapnya aliran Sungai Turi dan Cirarab, ” katanya.
Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi berada di Curug, Legok, dan Kelapa Dua. Tepatnya di Kampung Dukuh Pete, RT13/RW Desa Legok Kecamatan Legok. Kemudian Perumahan Dasana Kelurahan Bojong Nangka Kecamatan Kelapa Dua dan Perumahan Utama Cisereh, Desa Kadu Jaya Kecamatan Curug.
“Untuk di Kampung Dukuh Pete mencapai 15 KK, untuk di Perumahan Dasana 30 KK dan di perumahan Utama Cisereh mencapai 95 KK, tetapi untuk di Perumahan Dasana sudah surut, walaupun awalnya wilayah yang paling parah ketinggian air mencapai 135 cm sampai 150 cm, ” kata Agun.
Sementara untuk wilayah yang banjir disebabkan air sungai meluap diantaranya Perumahan Permata Regency Desa Gelam Kecamatan Pasar Kemis dengan warga terdampak 335 KK, Jalan Veteran Bitung Cisereh Desa Kadu Jaya Kecamatan Curug sebanyak 135 KK dan Perumahan Prima Desa Karet, Kecamatan Sepatan sebanyak 30 KK. Selanjutnya Kampung Pondok Lor Desa Pakuhaji sebanyak 50 KK, Kampung Sukamulya, Desa Pakuhaji sebanyak 55 KK dan Kampung Bubulak, Desa Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji sebanyak 15 KK.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
“Total keseluruhan sebanyak 760 KK, yang disebabkan curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Turi dan Cirarab, ” katanya.
Agun juga mengatakan, bahwa saat ini bantuan logistik yang dibutuhkan masyarakat telah diberikan, baik itu obat-obatan ataupun makanan pokok seperti sarden, minyak goreng, telur, dan mie instan.
“Bantuan logistik sudah disalurkan, baik itu obat-obatan dan makanan pokok, ” ucap Agun.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan DBMSDA dan BBWC2 untuk melakukan penanggulangan jangka panjang, sehingga banjir tidak terjadi kembali.
“Untuk penanggulangan jangka panjangnya, kami akan berkoordinasi terlebih dahulu, dengan BBWC2 dan DBMSDA, ” ucapnya. (alfian)
























