SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Apa jadinya jika Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Inggris terjebak dalam konspirasi global dan harus menyelamatkan dunia—tanpa tahu caranya? Itulah premis utama Heads of State, film aksi-komedi terbaru yang dibintangi Idris Elba, John Cena, dan Priyanka Chopra Jonas.
Cerita berawal ketika dua tokoh dunia yang sangat berbeda karakter—Sam Clarke (Idris Elba), Perdana Menteri Inggris yang disiplin dan berlatar militer, dan Will Derringer (John Cena), mantan bintang film laga yang jadi Presiden AS karena pesona publiknya—dipaksa menjalankan misi rahasia.
Duo ini tampil dalam formula klasik “straight man dan funny man”. Sam kaku dan selalu siaga, sementara Will santai dan penuh percaya diri, meski clueless soal prosedur resmi. “Awalnya mereka saling benci, tapi seiring cerita berjalan, justru muncul persahabatan yang tidak terduga,” kata Elba.
Disutradarai oleh Ilya Naishuller (Hardcore Henry), Heads of State tidak pelit aksi. Dari kejatuhan Air Force One hingga kejar-kejaran di jalanan Trieste, film ini menghadirkan adegan spektakuler dengan sentuhan humor. “Ketika kekacauan diselipi komedi, justru dampaknya terasa lebih tajam. Tanpa harus berdarah-darah, adegannya tetap intens,” ujarnya.
Lokasi syuting film ini juga mendukung atmosfer ‘road trip’ penuh bahaya: mulai dari Serbia, Italia, Prancis, hingga Inggris. “Kami ingin menunjukkan dunia yang luas, di mana para tokoh terus berpindah tempat. Itu menjaga ritme film tetap hidup,” kata produser John Rickard.
Karakter pendukung tak kalah menarik. Jack Quaid tampil sebagai Marty Comer, agen CIA muda yang fanatik pada Presiden Derringer. Marty mengelola safehouse berkedok tambang di Warsawa—penuh jebakan, senjata, dan perlengkapan gila. “Ini momen Marty untuk unjuk gigi,” kata Quaid.
Baca Juga: Prabowo Kunci BBM Subsidi, Harga BBM dan LPG Subsidi Tetap
Sementara itu, Priyanka Chopra Jonas memerankan Noel Bissett, perempuan misterius yang awalnya muncul sebagai jurnalis tapi ternyata pembunuh bayaran. Ia juga punya sejarah asmara dengan Sam.
Noel tampil pertama kali di tengah festival tomat Tomatina yang berujung kekacauan. “Noel suka melontarkan lelucon garing. Saya begitu menikmati peran ini sampai ikut-ikutan bikin lelucon garing di dunia nyata,” ujar Chopra.
Di balik kelucuan dan kekacauan, film ini menyimpan refleksi tentang politik modern. Karakter Will yang naik jadi presiden karena ketenaran, bukan kompetensi, menyindir realitas kontemporer.
Namun Heads of State tak berniat menggurui. Semuanya dikemas ringan dan menghibur, sambil tetap menyampaikan pesan: kadang kerja sama justru muncul dari ketidakcocokan.
“Semakin lama bersama seseorang, kamu bisa mulai saling percaya, apalagi saat nyawa jadi taruhannya,” kata Cena. “Pertengkaran karakter kami jadi bagian dari komedi, tapi momen aksi juga tetap kuat. Ini bentuk pelarian yang menyenangkan,” Elba menambahkan. (bbs)




























