SATELITNEWS.COM, LEBAK—Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak menjadi salah satu desa yang tidak membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Hal ini lantaran keberadaan koperasi desa berbenturan dengan adat istiadat masyarakat Baduy selaku masyarakat asli.
Kopdes Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto diketahui dibentuk sebagai respons terhadap kebutuhan penguatan ekonomi mikro di tingkat desa. Program ini menargetkan agar setiap desa memiliki koperasi resmi yang dikelola secara profesional dan mampu menjadi lembaga ekonomi desa yang mandiri. Dalam implementasinya, seluruh desa diberdayakan untuk mendirikan koperasi yang sesuai dengan karakter lokal masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Koperasi dan UKM secara resmi akan meluncurkan program Kopdes Merah Putih yang terpusat di Desa Girimukni, Kecamatan Cilograng, pada Senin (21/7/2025) nanti. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dengan basis koperasi yang kuat dan mandiri.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Asep Wahyudin menyampaikan, progres pembentukan Kopdes Merah Putih saat ini telah mencapai 99 persen. Namun demikian, Asep menambahkan dari 345 desa dan kelurahan di Kabupaten Lebak, hanya Desa Kanekes atau masyarakat adat Baduy yang tidak membentuk Kopdes.
“Hingga saat ini, dari total 345 desa dan kelurahan, sebanyak 344 telah membentuk Kopdes. Hanya satu desa yang tidak membentuk, yaitu Desa Kanekes Baduy karena menghormati aturan adat,” ujar Asep, Senin (14/7/2025). “Sebagai bentuk penghormatan terhadap larangan adat yang memang tidak mengizinkan pembentukan koperasi ataupun lembaga ekonomi modern di wilayah adat tersebut,” sambung Asep.
Dia menuturkan, dirinya telah melakukan pendampingan intensif kepada seluruh desa sejak awal tahun. Peluncuran atau launching Kopdes dilakukan secara nasional diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: 695 Koperasi Merah Putih di Banten Sudah Beroperasi
“Prosesnya daring atau online melalui zoom Presiden Prabowo akan melantik para kopdes di seluruh Indonesia. Alhamdulillah semua proses berjalan lancar, tim kami turun langsung ke lapangan untuk memfasilitasi pendirian koperasi, mulai dari penyuluhan, pembuatan akta, hingga legalitas Kopdes,” katanya.
Kopdes Merah Putih diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menekan angka kemiskinan. “Kami tidak ingin koperasi hanya jadi papan nama, tapi benar-benar aktif menjalankan unit usaha yang sesuai dengan potensi lokal desa,” tuturnya.
Lebih lanjut Asep menjelaskan bahwa ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi berkala agar koperasi yang sudah terbentuk tetap aktif, sehat, dan sesuai prinsip koperasi modern. “Kami juga mengintegrasikan pelatihan manajemen dan akuntansi koperasi agar pengelolaan dilakukan secara profesional,” ujarnya.
Sementara, Kepala Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Rafik Rahmat Taufik menambahkan kehadiran kopdes di desanya dapat menjadi sarana vital dalam menyejahterakan masyarakat jika dikelola dengan benar. “Kami sangat mengapresiasi program ini. Kopdes harus bisa menjadi lembaga ekonomi milik warga, bukan hanya simbol formalitas,” ucap Rafik.
Ia juga berharap agar pendanaan untuk operasional kopdes tidak bersumber dari dana desa agar tidak menambah beban pengelolaan anggaran desa. “Kalau bisa, pemerintah daerah atau pusat dapat memfasilitasi pendanaan terpisah untuk koperasi agar tidak tumpang tindih dengan program lain di desa,” ujarnya.
“Sinergi antara pengurus koperasi, perangkat desa, dan warga menjadi kunci suksesnya kopdes. Ia menyebutkan bahwa sudah ada beberapa inisiatif unit usaha yang dirancang di desanya seperti simpan pinjam, warung serba ada, dan pengolahan hasil pertanian lokal,” harapnya. (mulyana)
Baca Juga: Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah
