SATELITNEWS.COM, LEBAK—Heboh beredar sebuah video aksi dugaan intimidasi dengan cara membubarkan paksa para petani yang tengah menggarap lahan di perkebunan karet di Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak. Intimidasi itu dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK).
Berdasarkan video yang beredar, terlihat sekelompok OTK itu mendatangi para petani dan merusak tanaman serta melakukan pengancaman dengan menggunakan parang. Para OTK tersebut menyebut mereka mewakili salah satu perusahaan.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama peristiwa itu bisa terjadi. Namun menurut sejumlah petani di Desa Muaradua, yang menjadi korban intimidasi oleh sekelompok OTK itu terjadi pada Sabtu 12 Juli 2025 lalu.
Eep salah satunya. Dia mengaku saat itu bersama 26 petani lainnya tengah menggarap lahan yang berada di perkebunan karet sekitar pukul 08.00 WIB. Namun tiba-tiba mereka didatangi sekelompok orang yang tidak dikenal sambil membawa parang.
Selain itu, OTK itu juga turut merusak tanaman hingga merobohkan paksa empat buah gubuk yang sebelumnya dibangun oleh para petani. “Mereka datang bergerombol langsung merusak tanaman dan merobohkan gubuk. Kami ketakutan. Pohon pisang, kelapa, hingga singkong yang sudah ditanam semuanya dipotong pakai golok,” kata Eep, Rabu (16/72025).
Saat peristiwa itu terjadi, Eep mengungkapkan sempat terjadi keributan. Para OTK juga turut melontarkan kata-kata yang berisi ancaman sekaligus meminta agar para petani berhenti menggarap lahan. Saat singgung soal status penggarapan lahan di perkebunan kareta, Eep menuturkan bahwa warga mulai menggarap lahan perkebunan karet sejak tahun 2020 dengan cara memanfaatkan gawangan karet.
Baca Juga: Peti Jenazah Ditemukan di Kebun Karet, Warga Lebak Heboh
“Kita tanami pisang, jagung, kacang dan bibit kelapa dan lainya dari tahun 2020. Mungkin mereka tidak terima lahan perkebunan karet dimanfaatkan warga. Mungkin kami dianggap menganggu perkebunan,” tutur Eep.
Ia mengaku tidak mengetahui jumlah lahan yang digarap warga, dikarenakan warga hanya memanfaatkan lahan sementara untuk ditanami pertanian. Dia menambahkan jumlah warga yang menggarap lahan perkebunan karet ada sebanyak 30 orang. Usai kejadian tersebut, warga juga sempat melakukan mediasi bersama pihak perkebunan, namun tidak menemukan titik temu. “Nah akhirnya kami larikan ke Polres Lebak dan melaporkan terkait peristiwa itu,” pungkasnya.
Kapolsek Cikulur, Iptu Mulyadi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kata dia pasca kejadian itu tengah ditangani Polres Lebak. “Laporan adanya ke Polres, lebih lengkapnya ke Polres ya,” singkatnya.(mulyana)
























