SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Kecamatan Tangerang resmi dibuka hari ini (24/7) di halaman kantor Kecamatan Tangerang Kota Tangerang.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari delapan kelurahan ini bukan hanya ajang seleksi menuju MTQ tingkat kota, namun juga menjadi panggung lahirnya generasi muda Qurani yang diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, yang hadir langsung membuka acara, menyampaikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan STQ tahun ini. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya momentum ini untuk menumbuhkan potensi anak-anak Tangerang dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, Kamis (24/7).
“Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran—para camat, lurah, sekcam, hingga para kasi—yang sudah bekerja keras menyukseskan acara ini. Penataan, penyambutan, dan pelaksanaan berlangsung sangat baik,” ujar Maryono.
Lebih dari sekadar ajang lomba, Maryono menekankan bahwa STQ adalah bagian dari proses pencarian bibit unggul untuk MTQ tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
“Kita mencari dari wilayah kita sendiri agar anak-anak ini bisa mengekspresikan dirinya sejak awal. Ketika nanti berlaga di tingkat provinsi bahkan nasional, semuanya sudah melalui proses seleksi yang sesuai domisilinya. Ini juga upaya kita melahirkan generasi Qurani yang kelak bisa memimpin Kota Akhlakul Karimah ini,” katanya.
Baca Juga: BKSAP DPR Minta Kabupaten Tangerang Seimbangkan Investasi dan Pelestarian Lingkungan
Maryono bahkan menyebut bahwa dari ajang seperti inilah, sangat mungkin lahir para pemimpin masa depan Indonesia.
“Tidak menutup kemungkinan, anak-anak yang tampil hari ini bisa jadi camat, lurah, atau bahkan wali kota di masa depan. Kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an adalah modal dasar untuk membangun karakter dan kepemimpinan,” tambahnya.
Namun demikian, Maryono juga mengingatkan agar proses penjurian dilakukan secara objektif tanpa intervensi dari pihak manapun.
“Kalau ada kekurangan, sampaikan secara terbuka. Jangan sampai ada lurah atau tokoh datang ke dewan juri untuk melobi-lobi. Biarkan anak-anak ini berproses secara sehat. Kalau kalah, itu bagian dari pembelajaran. Perbaiki, dan kejar lagi di tahun berikutnya,” tegasnya.
Ketua LPTQ Kecamatan Tangerang, Usep M. Suratman, menyampaikan bahwa STQ tahun ini diikuti oleh 160 peserta dari delapan kelurahan yang ada. Meskipun target awal sebanyak 190 peserta, namun keterlibatan 160 peserta dianggap sudah mewakili semangat dan kualitas yang dibangun sejak jauh hari.
“Lima cabang yang diseleksi tahun ini adalah tilawah anak-anak dan remaja, Fahmil Qur’an, Sarhil Qur’an, serta cabang Murattal. Semuanya dipersiapkan dengan baik, dan proses seleksi dimulai sejak tingkat RW,” jelas Usep.
Baca Juga: Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS
Ia menuturkan bahwa proses seleksi tahun ini jauh lebih terstruktur dibanding tahun sebelumnya. Bila sebelumnya peserta langsung ditunjuk oleh kelurahan, tahun ini seleksi dilakukan berjenjang, dimulai dari tingkat RW, lalu kelurahan, hingga kecamatan.
“Ini menunjukkan keseriusan kita dalam mencetak peserta terbaik yang memang melalui proses. Tahun lalu, karena mendadak, hanya satu atau dua peserta yang bisa ikut MTQ kota. Tahun ini kita targetkan semua cabang bisa lolos ke MTQ tingkat Kota Tangerang,” katanya.
Lebih jauh, Usep mengungkapkan bahwa tahun lalu Kecamatan Tangerang sempat mengirim satu peserta cabang kaligrafi hingga ke tingkat provinsi. Peserta tersebut merupakan putra asli dari Kelurahan Babakan yang dibina sejak awal oleh LPTQ Kecamatan.
“Tahun ini kita harapkan lebih banyak lagi peserta yang mampu melaju hingga ke tingkat provinsi. Kita sudah belajar dari pengalaman, dan persiapan tahun ini jauh lebih matang,” pungkasnya. (mg01)
