Kamis, 21 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

PHK Naik 32,19 Persen, 4.257 Kasus di Banten

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 28 Jul 2025 18:18 WIB
Rubrik Nasional
PHK Naik 32,19 Persen, 4.257 Kasus di Banten

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer di Gedung BRIN, Jakarta, Senin (28/7). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia melonjak tajam pada semester pertama 2025. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, sebanyak 42.385 pekerja terkena PHK sepanjang Januari–Juni 2025. Angka ini naik 32,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 32.064 orang.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, menyebut lonjakan tersebut sebagai imbas dari ketidakpastian ekonomi global dan perang tarif antara negara-negara besar. Situasi ini memaksa banyak industri melakukan efisiensi, termasuk dengan memangkas jumlah tenaga kerja.

“Sektor yang paling terdampak adalah manufaktur, khususnya padat karya. Itu tidak bisa dibohongi. Perang tarif global hari ini nyata dampaknya ke kita,” ujar Immanuel di Gedung BRIN, Jakarta, Senin (28/7).

Meningkatnya jumlah pengangguran tidak semata-mata karena PHK, tetapi juga karena banyaknya pencari kerja baru yang belum terserap pasar tenaga kerja. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai program intervensi dan kebijakan strategis.

“Kita tidak bisa menganggap pemerintah diam. Pemerintahan Pak Prabowo sudah melakukan yang terbaik, termasuk mengkaji penyebab PHK secara komprehensif untuk mitigasi ke depan,” katanya.

Immanuel menyebutkan bahwa di tengah tekanan ekonomi global, pemerintah juga mencatat adanya perluasan kawasan industri baru yang dapat menjadi penopang serapan tenaga kerja. Wilayah seperti Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, dan sebagian Jawa Barat disebut sebagai titik-titik pertumbuhan industri baru yang menjanjikan.

BeritaTerbaru

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Senin, 18 Mei 2026 16:34 WIB
Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Senin, 18 Mei 2026 13:32 WIB
Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Minggu, 17 Mei 2026 17:21 WIB
IMG_20260516_181130

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB

Untuk mendukung hal ini, pemerintah tengah meninjau ulang regulasi yang dianggap menghambat dunia usaha. “Kalau memang ada regulasi yang menghambat usaha, akan kita revisi atau bahkan hapus,” tegasnya.

Berdasarkan Satu Data Kemnaker, sepanjang Januari-Juni 2025 terdapat sebanyak 42.385 tenaga kerja terdampak PHK. Di mana pada Januari terjadi sebanyak 9.497 kasus PHK, Februari 17.796, 4.987 pada Maret, 3.794 pada April, 4.702 pada Mei 2025 dan 1.609 pada Juni.

Secara daerah, Jawa Tengah masih jadi penyumbang PHK terbanyak yaitu 10.995 kasus, kemudian Jawa Barat 9.494 kasus, disusul 4.257 kasus PHK sepanjang Januari-Juni 2025 di Banten, di Jakarta sebanyak 2.821 kasus, dan 2.246 kasus di Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menyampaikan bahwa masalah utama yang perlu menjadi perhatian bukan hanya melonjaknya angka PHK, melainkan minimnya penciptaan lapangan kerja baru.

Ia menilai, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menampung para korban PHK di tengah tekanan ekonomi global. “Kita harus melihat apa yang terjadi setelah PHK. Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya angka PHK, tapi tidak cukupnya lapangan kerja baru untuk menampung mereka,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak seragamnya data jumlah PHK antara kementerian, asosiasi pengusaha, lembaga jaminan sosial, dan pihak-pihak lain. “Dalam survei Apindo yang baru saja kami lakukan, lebih dari 50% responden menyatakan telah mengurangi tenaga kerja, dan masih akan terus melakukan hal ini,” ujar Shinta.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa perdebatan soal angka tidak boleh menggeser fokus utama, yakni solusi konkret. “Data bisa berbeda, tapi yang penting adalah bagaimana kita menyelesaikannya. Dunia usaha tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” katanya.

Shinta menekankan bahwa dunia usaha berperan sebagai otot penggerak ekonomi, pekerja adalah nadi dan darah sistem produksi, dan pemerintah merupakan tulang punggung serta otoritas berpikir. Menurutnya, jika salah satu elemen melemah, seluruh sistem bisa terguncang.

Di tengah situasi pemutusan hubungan kerja yang melanda, Indonesia masih dihadapkan pada masalah lama yang belum teratasi, yaitu rendahnya produktivitas tenaga kerja.

Shinta mengungkapkan bahwa, menurut data yang dimiliki oleh Apindo, rata-rata produktivitas pekerja di Indonesia hanya mencapai USD23,57.000 per tenaga kerja, yang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata negara-negara ASEAN yang mencapai USD24,27.000. Rendahnya tingkat produktivitas ini disebabkan oleh tingginya angka pekerja yang memiliki keterampilan rendah.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan agar para korban PHK tidak mengalami penurunan kelas sosial. Program-program tersebut berasal dari berbagai kementerian, termasuk pelatihan keterampilan, bantuan permodalan, dan dukungan sosial.

“Ada pelatihan, dukungan permodalan, dan program pemberdayaan lain dari berbagai kementerian. Tujuannya agar mereka tidak jatuh dan tetap punya daya saing,” ujar Gus Ipul di kantor Kemensos, Jakarta. (rmg/san)

Tags: Bantenekonomikemenakerphk
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

IMG_20260516_141130
Nasional

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB
Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli
Nasional

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun
Nasional

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB
Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG
Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Tim Resmob Satreskrim Polres Serang, ringkus dua spesialis ganjal kartu ATM, yakni AA (30) dan HE (42), warga Dusun Johar Baru, Desa Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. (ISTIMEWA)

Usai Kuras Tabungan Rp139 Juta Milik Korban, Pelaku Ganjal ATM Dibekuk Tim Polres Serang

Minggu, 17 Mei 2026 07:44 WIB
Gubernur Banten Andra Soni Nyatakan DOB Cilangkahan Paling Siap

Gubernur Banten Andra Soni Nyatakan DOB Cilangkahan Paling Siap

Selasa, 19 Mei 2026 06:38 WIB
Truk Tambang Disorot, Polda Banten Gelar Rakor Pengendalian Jam Operasional di Cilegon

Truk Tambang Disorot, Polda Banten Gelar Rakor Pengendalian Jam Operasional di Cilegon

Kamis, 14 Mei 2026 12:11 WIB
Diduga Hendak Berangkat Haji Nonprosedural, 32 Orang Dicegah Melalui Bandara Soetta

Diduga Hendak Berangkat Haji Nonprosedural, 32 Orang Dicegah Melalui Bandara Soetta

Senin, 18 Mei 2026 18:51 WIB
IMG_20260515_191509

Bendungan Polor Cipondoh Dinilai Perlu Dievaluasi

Sabtu, 16 Mei 2026 06:30 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.