SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemprov Banten, menunda pelaksanaan proyek pengadaan software sebesar Rp4,9 Miliar akibat efisiensi. Dana itu, akan dipergunakan untuk kegiatan lain dan proyek pengadaan software akan dilakukan di tahun 2026 mendatang.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum dan Kepegawaian (Umpeg) Bapenda Pemprov Banten, Adhe Iqbal mengakui, adanya pembatalan kegiatan pengadaan software tersebut. Kata dia, dana sebesar Rp4,9 Miliar untuk pengadaan, akan dialihkan untuk kegiatan lain.
“Penganggaran pengadaan software betul ada di tahun 2025, murni. Tetapi, anggaran kegiatan tersebut dialihkan untuk kebutuhan belanja lain di perubahan,” katanya, Rabu (30/7/2025).
Dia mengtakan, awalnya pengadaan software akan dilaksanakan. Akan tetapi, diawal tahun anggaran berjalan Pemerintah Pusat mengeluarkan efisiensi anggaran dan menyebabkan pengadaan tersebut dibatalkan.
“Efisiensi ini kan adanya diawal tahun, efisiensi ini sangat berdampak pada kegiatan-kegiatan yang lain sehingga anggaran untuk software dialihkan ke kebutuhan belanja yang lain,” ujarnya.
Dia menerangkan, pengadaan software tersebut untuk mengganti sistem aplikasi kesamsatan di Banten, karena dinilai sudah kirang relefan. Oleh karena itu, instansinya berencana untuk melakukan penggantian.
Baca Juga: DLHK Kabupaten Tangerang Terima 51 Aduan Pencemaran Limbah B3 Industri Sepanjang Tahun 2026
“Rencana awal pengadaan software ini, untuk penguatan sistem di kesamsatan karena membutuhkan software-software tersendiri. Pengadaan software ini, kemungkinan akan kita anggarkan kembali ditahun 2026 mendatang,” ujarnya.
Dia mengatakan, secara keseluruhan ada sebanyak Rp28 Miliar alokasi anggaran yang terkena efisiensi oleh Pemerintah Pusat. Meski demikian, ada beberapa kegiatan tetap dilaksanakan.
“Totalnya Rp28 Miliaran, yang kena efisiensi dari Rp300 Miliar,” tutupnya.(adib)
























