SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam tiga hari ke depan di sejumlah wilayah Provinsi Banten. Berdasarkan hasil monitoring BMKG Dasarian III Juli 2025, sejumlah wilayah di Banten mulai memasuki musim kemarau.
Wilayah yang sudah berada dalam musim kemarau meliputi Kabupaten Lebak bagian utara dan tengah, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang bagian tengah dan timur, Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangerang bagian utara.
“Sebagian besar wilayah lainnya, termasuk Tangerang Selatan, masih berada dalam masa peralihan atau transisi menuju musim kemarau,” ujar Ketua Balai Besar BMKG Wilayah II Ciputat, Hartanto, Selasa (5/8).
Kata Hartanto, BMKG juga mencatat adanya bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Keberadaan sistem ini secara tidak langsung memicu terbentuknya daerah konvergensi atau perlambatan kecepatan angin yang melintasi wilayah Banten.
Kondisi ini memberikan potensi peningkatan curah hujan dalam tiga hari ke depan hampir di sebagian besar wilayah Banten. Selain itu, gelombang sangat tinggi 4,0–6,0 meter berpeluang terjadi di Perairan Selatan Pandeglang dan Perairan Selatan Lebak. Sementara gelombang dengan kategori tinggi 2,5–4,0 meter) berpeluang terjadi di Selat Sunda Barat Pandeglang.
Seiring aktifnya beberapa dinamika atmosfer, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada 7 Agustus 2025 di wilayah Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang bagian Utara.
“Hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi, terutama pada malam hingga dini hari,” terang Hartanto.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk pengendara kendaraan bermotor, diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap kemungkinan genangan, pohon tumbang, atau penurunan jarak pandang. Imbauan ini juga berlaku bagi nelayan dan pengguna moda transportasi laut seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal kargo.
“Pastikan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” ujar Hartanto. (eko)