SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama ExxonMobil Indonesia (ExxonMobil) sukses menyelenggarakan Green Innovation Camp 2025 yang menampilkan sepuluh karya terbaik dari siswa SMA, SMK, dan MA di Provinsi Banten dalam merancang solusi STEM atas tantangan lingkungan. Kompetisi final ini menjadi puncak dari rangkaian program edukasi selama lima bulan yang telah membekali 444 siswa dari 61 sekolah dengan kemampuan abad ke-21 sekaligus kesadaran terhadap pembangunan berkelanjutan.
Mereka mengikuti rangkaian pembelajaran yang mencakup lokakarya design thinking, penyusunan ide proyek, sesi konsultasi bersama mentor profesional dari ExxonMobil dan PJI, serta pengembangan prototipe solusi. Dari 77 proposal yang masuk, 27 tim terpilih ke tahap semifinal, dan 10 tim terbaik akhirnya mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri.
Sejumlah inovasi siswa yang berhasil menarik perhatian juri antara lain: furnitur premium dari limbah tekstil bekas karya tim Ecotex dari SMAN 1 Tangerang; alat pirolisis listrik untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar diesel karya tim Techcava dari MAN Insan Cendekia Serpong; sistem penyaring udara berbasis mikroalga buatan tim Micro Alga dari SMA Muhammadiyah 25 Setiabudi Pamulang; program daur ulang minyak jelantah menjadi produk rumah tangga ramah lingkungan karya tim Atlantis dari SMAN 14 Tangerang dan otomasi produksi eco-enzyme untuk mengurangi limbah organik rumah tangga karya tim Smart Ecolyzer dan SMAN 1 Tangerang Selatan. Juara pertama diraih tim Ecotex dari SMAN 1 Tangerang diikuti tim Ecofusion dari SMAN 1 Tangerang pada urutan kedua. Juara ketiga diraih tim Techcava dari MAN Insan Cendekia Serpong.
Dari final kompetisi ini, enam tim terbaik mendapatkan penghargaan dengan total hadiah sebesar Rp30 juta dari ExxonMobil sebagai bentuk apresiasi atas semangat inovasi dan dedikasi mereka. Berikut adalah daftar pemenang Green Innovation Camp 2025:
Sustainability Innovation Award : Tim Smart Ecolyzer – SMAN 1 Tangerang Selatan
The Most Creative Project Award : Tim Carbonauts – MAN Insan Cendekia Serpong
Public Choice Award : Tim Greenforest x Pespa – MAN 3 Tangerang
Chairman of the Executive Board Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, menekankan pentingnya pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. “Green Innovation Camp membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis, berinovasi, dan peduli terhadap keberlanjutan. Pendidikan yang bermakna tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menghubungkan ilmu pengetahuan dengan realita. Melalui program ini, siswa, guru, dan mitra industri berkolaborasi menciptakan solusi nyata atas tantangan lingkungan di sekitar mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Menurut Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, pemahaman tentang keberlanjutan dan isu lingkungan kini masuk dalam daftar 10 besar keterampilan yang paling dibutuhkan di dunia kerja. Laporan ini juga memproyeksikan munculnya 170 juta pekerjaan baru hingga tahun 2030, di tengah pergeseran signifikan akibat otomatisasi dan kecerdasan buatan yang akan menggantikan 92 juta pekerjaan lama. Temuan ini menegaskan bahwa masa depan dunia kerja tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga kesadaran lingkungan dan kemampuan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Consumer Manager PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI), Fiksi Sastrakencana, mengungkapkan Green Innovation Camp 2025 ini adalah indikasi bentuk dukungan ExxonMobil terhadap program pemerintah dalam bidang pendidikan khususnya di wilayah operasi Provinsi Banten.
“Harapan kami, program ini dapat mengembangkan pemikiran kritis dan meningkatkan kemampuan inovatif pelajar di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika ,”ungkap Fiksi.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lukman, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan program ini. “Green Innovation Camp menjadi wadah pembelajaran yang sangat relevan dengan arah transformasi pendidikan di Indonesia. Pendekatan berbasis proyek dan kolaborasi dengan dunia industri mendorong siswa untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan. Kami berharap program seperti ini dapat diperluas sehingga menjangkau lebih banyak sekolah dan membuka peluang inovasi baru dari pelajar Banten,” ujarnya. (gatot)
























