SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Deretan penyerang baru Manchester United belum bikin gol di Premier League 2025/2026. Satu-satunya gol MU sejauh ini justru lahir dari bunuh diri pemain lawan. Seperti saat MU ditahan imbang 1-1 Fulham dalam pekan kedua Liga Inggris di Craven Cottage, Minggu (24/8/2025) malam WIB.
Gol baru tercipta di babak kedua. MU memimpin lebih dulu lewat bunuh diri Rodrigo Muniz di menit ke-58 dan dibalas Emile Smith Rowe pada menit ke-73.
Usai finis ke-15 di klasemen Liga Inggris musim lalu, MU berbenah dengan merombak lini depan. Dari empat rekrutan baru MU pada musim panas ini, tiga di antaranya adalah penyerang.
Mereka adalah Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko. Total belanja MU untuk ketiga penyerang itu mencapai 206 juta paun atau sekitar 4,5 triliun rupiah.
Meski demikian, belum ada gol yang dihasilkan dari ketiga pemain tersebut. Ketiganya sudah dimainkan di dua laga MU di Premier League sejauh ini yakni melawan Arsenal dan Fulham.
Cunha menjadi salah satu pemain yang paling sering memberikan ancaman ke gawang Fulham. Tendangannya sempat kena tiang dan sepakannya yang lain memaksa Bernd Leno melakukan penyelamatan.
Sementara itu, Sesko sejauh ini hanya masuk sebagai pemain pengganti. Setelah main 25 menit melawan Arsenal, pemain yang direkrut dari RB Leipzig itu tampil di lapangan selama 37 menit di kandang Fulham.
MU total melepaskan 32 tembakan dalam dua pertandingan melawan Arsenal dan Fulham. Angka perkiraan gol atau xG saat melawan Arsenal adalah 1,52 dan 1,62 untuk melawan Fulham.
Meski begitu, MU baru menghasilkan satu gol di Premier League. Itu pun tercipta dari gol bunuh diri penyerang Fulham Rodrigo Muniz.
Kendati demikian, manajer MU Ruben Amorim menepis anggapan bahwa persoalan lini serang timnya belum terpecahkan. Ia yakin keran gol Setan Merah akan segera terbuka.
“Saya lupa soal musim lalu,” ucap Amorim merujuk kepada MU yang cuma bikin 44 gol di Premier League 2024/2025. “Seperti yang saya bilang, kami lebih khawatir untuk mempertahankan keunggulan.”
“Kami akan mencetak gol karena kami menciptakan begitu banyak peluang. Itulah yang penting,” katanya.
Usai laga melawan Fulham, Bruno Fernandes mengomentari kegagalannya mencetak gol penalti ke gawang Fulham. Dia mengakui tendangannya saat itu sangat buruk.
“Karena setiap orang punya kebiasaannya masing-masing. Saya gagal mengeksekusi penalti karena saya menendang bola dengan sangat buruk,” kata Fernandes usai laga Fulham vs MU, dikutip dari BBC.
“Kami sangat kecewa. Jelas, kami berada dalam permainan. Seharusnya kami mengendalikan permainan dengan lebih baik setelah gol kami dan membuat mereka berlari,” dia menambahkan. “Kami mengendalikan dengan baik lari ke kotak penalti dari gelandang mereka,” ujarnya.
Ruben Amorim mengatakan bahwa gelandang asal Portugal itu diyakini merasa bersalah atas kegagalannya mencetak goil via penalti.
“Saya rasa dia tidak terbiasa gagal mengeksekusi penalti. Dia tahu betapa pentingnya momen itu dan dampaknya yang besar bagi tim,” kata Amorim, kepada Sky Sports.
“Selama pertandingan, dia tidak senang karena tidak terlibat dan memiliki tanggung jawab yang begitu besar, dan saya rasa dia menganggap kegagalan penalti itu sangat penting bagi kami,” sambungnya.
Terkait gagalnya Fernandes, pemain Fulham Calvin Bassey merasa itu tanda keadilan. “Saya bilang itu adil. Saya tidak mengira itu penalti, lalu dia gagal, jadi semacam kelegaan,” kata Bassey kepada Sky Sports.
Hasil ini membuat MU duduk di posisi ke-16 dengan satu poin. Fulham di urutan ke-13 dengan dua poin. (dm)