SATELITNEWS.COM, TANGSEL--Aksi penjarahan yang terjadi di rumah milik Menteri Keuangan Sri Mulyani dan anggota DPR RI Nafa Urbach di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memicu perhatian luas dari masyarakat. Warga sekitar menyebut kejadian ini terkesan janggal dan memunculkan dugaan adanya polarisasi kepentingan.
“Kemungkinan yang menjarah bukan warga sekitar sini, kayaknya orang-orang dari luar, orang tertentu,” ujar salah satu warga, Kurniawan (36) saat ditemui di lokasi, pada Minggu (31/8/2025).
Kurniawan mengungkapkan bahwa rumah Sri Mulyani yang berada di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3, Kecamatan Pondok Aren selama ini dikenal sepi dan tidak mencolok, apalagi adanya aktivitas sang menteri. Ia bahkan mengaku baru mengetahui bahwa rumah tersebut milik Sri Mulyani.
“Biasanya setiap lewat sepi, selama ini orangnya tidak ada, sepi aja. Orang sini aja malah baru banyak yang tau kalau itu rumah Sri Mulyani. Rumah saya kurang dari satu kilo,” katanya.
Untuk itu, dirinya menduga kuat bahwa kelompok yang menjarah memang sudah terpolarisasi untuk melakukan penjarahan dini hari tersebut. Menurutnya, penjagaan ketat yang terlihat hari ini merupakan respons langsung dari aksi penjarahan sebelumnya.
Pantauan di lokasi, suasana di sekitar rumah tampak dijaga ketat oleh puluhan personel TNI. Portal besi menuju rumah Sri Mulyani telah ditutup. Awak media dan orang asing hanya bisa menengok dari jarak yang cukup jauh.
Baca Juga: Redam Debu Vulkanik, Pemkot Tangsel Semprot Jalan Protokol Dini Hari
Dari titik portal tersebut, rumah Sri Mulyani kurang lebih berjarak 80 meter. Selain awak media yang hendak meliput, puluhan warga yang melintas banyak yang menonton hingga berswafoto.
Terlihat juga dua kendaraan truk besar yang terparkir di depan rumah Sri Mulyani. Diduga, barang-barang yang sisa jarahan di dalam rumah akan dipindahkan ke tempat lain dengan dibantu oleh pekerja. Sekira pukul 13.11 WIB, dua truk berwarna putih meninggalkan lokasi dengan membawa penuh barang-barang.
Sementara, kondisi rumah Nafa Urbach yang berada di kawasan Kebayoran Essence, Kecamatan Pondok Aren nampak sepi pasca penjarahan yang dilakukan pada dini hari tadi.
Salah satu warga sekitar, Syarif mengatakan bahwa massa yang datang sekitar pukul 04.45 WIB awalnya sekitar berjumlah 20 orang menggunakan sepeda motor. Setelah menjarah, mereka pun membawa barang-barang menggunakan sepeda motor.
“Untuk aparat stand by tapi kalah karena kuwatir aksi bakar-bakar ini dikawatirkan karena perumahan,” ucapnya.
Syarif menyebutkan, di dalam rumah tiga lantai itu hanya tersisa barang-barang besar seperti kulkas dan lainnya. Suasana mencekam itu pun berangsur kondusif sekira pukul 05.00 WIB.
Baca Juga: Sehari PJJ, Siswa di Tangerang Selatan Berharap Pembelajaran Tatap Muka
“Pas saya lihat ke dalem tadi sudah berantakan semua, pakaian aja, barang lain udah kosong, kelihatan kulkas karena berat, kalau lain tv kebawa semua. Sekarang aman karena aparat standby mengantisipasi penjarahan kedua,” pungkasnya. (eko)
























