SATELITNEWS.COM, LEBAK—Usai beredarnya menu makan bergizi gratis (MBG) yang dikeluhkan oleh sejumlah sekolah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak langsung merespon dengan melakukan pengecekan langsung ke dapur MBG. Ada beberapa catatan yang disampaikan agar hal serupa tidak terulang kembali.
Dugaan menu MBG basi terjadi di sejumlah sekolah di Kecamatan Cibadak. Pihak sekolah mengeluhkan menu yang disajikan memiliki rasa yang aneh dan pahit. Bahkan pihak sekolah meminta para siswa untuk tidak memakan dan sebagian ada yang dibuang. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit.
Dinkes Kabupaten Lebak usai kejadian mengingatkan agar dapur MBG memberikan catatan untuk mencegah makanan yang disajikan menjadi basi. Salah satunya mengenai jarak waktu persiapan hingga pengiriman ke sekolah.
“Ada sejumlah catatan setelah kami mengecek ke beberapa dapur, tetapi yang paling penting perlu diperhatikan adalah jarak antara waktu memasak dengan penyajiannya tidak terlalu lama agar protein dan gizi di dalam makanan tetap terjaga,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Lebak Endang Komarudin, Senin (8/9).
Kata Endang, Dinkes ingin memastikan proses pengolahan bahan-bahan makanan yang akan dimasak di dalam dapur hingga distribusi sampai dikonsumsi siswa sudah berjalan sesuai dengan panduan kesehatan. “Kita bersama berupaya mencegah bahkan menghilangkan potensi-potensi yang bisa menimbulkan masalah pada makanan yang diberikan kepada penerima MBG,” ujarnya.
Menurut Endang, potensi timbulnya masalah pada menu makanan MBG bisa terjadi karena banyaknya porsi yang harus disiapkan oleh dapur. Satu dapur MBG dirancang untuk menyiapkan tiga ribu porsi. “Kalau kita melihat kondisi dapur, pekerja di sana sudah paham bagaimana mengolah bahan yang bersih, hanya sepertinya karena harus melayani sampai tiga ribu porsi sehingga ada risiko ya,” terangnya. “Sampai saat ini belum ada laporan mengenai dugaan keracunan akibat makanan MBG tersebut di Lebak,” sambung Endang.
Baca Juga: 10 Pejabat Dinkes dan Puskesmas di Lebak Diperiksa Kejaksaan
Endang telah menginstruksikan kepada puskesmas di seluruh wilayah untuk berkoordinasi, baik dengan dapur SPPG maupun sekolah untuk memastikan menu yang diberikan tetap higienis dan aman dikonsumsi. “Jadi setiap dapur baru beroperasi kita turun memastikan kesiapannya, kondisinya, dan lingkungannya sehat atau tidak untuk kita edukasi. Dari kami pun ahli gizi diturunkan untuk membantu,” katanya. (mulyana)
























