SATELITNEWS.COM, SERANG – Wilayah hukum Polda Banten, dinilai belum kondusif alias masih terindikasi ketegangan. Buktinya, ratusan personel Polda Banten masih terus melakukan patroli berskala besar, di wilayah hukum Polda Banten.
Diketahui, kegiatan itu sudah dilakukan selama sepuluh hari lebih, dan melibatkan beberapa satuan di Polda Banten, termasuk personel TNI. Sasarannya, membubarkan kerumunan yang terindikasi membuat kerusuhan, mencegah aksi atau tindakan anarkis, dan beberapa hal lainnya.
Kegiatan itu dilakukan, sejak memanasnya suasana atau terjadi ketegangan disemua wilayah di Indonesia, tak terkecuali Provinsi Banten. Meski mendapat tanggapan beragam, namun kegiatan itu tetap dilakukan sampai suasana kembali teduh.
Pemimpin patroli Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Firmansyah mengatakan, patroli skala besar yang dilakukan melibatkan berbagai satuan, hingga satuan narkoba Polda Banten. Dengam begitu, penanganan cepat bisa dilakukan ketika terjadi hal yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kita lakukan patroli bersama personel gabungan, dari berbagai fungsi kepolisian. Semua wilayah kita datangi, mulai dari tempat-tempat ramai dan wilayah lainnya,” katanya, Kamis (11/9/2025) dini hari.
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten ini mengatakan, ada beberapa wilayah yang menjadi fokus utama kegiatan itu, yakni titik yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas, seperti pusat keramaian, objek vital, kawasan perumahan, hingga jalur lalu lintas utama.
Baca Juga: Polda Banten Amankan 1 Tersangka Dugaan Pengeroyokan dan Penculikan Warga Lebak
“Jadi jangan dianggap dan diterjemahkan kemana-mana. Kegiatan ini memang gambaran komitmen Polda Banten untuk terus memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan patroli skala besar ini tidak hanya fokus pada penindakan, namun juga mengedepankan langkah preventif. Artinya, pendekatan kepada masyarakat dilakukan secara serius dan menyeluruh kepada semua lapisan.
“Patroli rutin skala besar ini, merupakan upaya kami untuk menekan angka kriminalitas dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” tandasnya.
Dia memastikan, kegiatan patroli skala besar akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan personel gabungan agar keamanan di wilayah hukum Polda Banten tetap kondusif. Oleh karena itu, setiap lapisan masyarakat diharapkan bisa ikut bekerja sama dalam menjaga iklim kondusif daerah.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing, segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polda Banten agar tetap kondusif,” tuturnya.
Muhammad Yasir, warga Kecamatan Curug, Kota Serang, menyambut baik kegiatan yang dilakukan Polda Banten. Namun, dia beranggapan menerjunkan ratusan personel setiap malam selama sepuluh hari berturut-turut bisa membuat masyarakat berfikiran lain.
Baca Juga: Polda dan Korem Tingkatkan Solidaritas dan Sinergitas
“Memang bagus ya buat menjaga keamanan. Tetapi, kalau jumlahnya banyak, masyarakat juga malahan bisa takut. Jadi sudah kayak benar-benar darurat dan berbahaya gitu? Tapi, ya begitulah, bagus,” ucapnya.
Ahmad Roji, warga Kecamatan Walantaka, Kota Serang, mengatakan, patroli berskala besar dinilai bisa menjaga keamanan dan kondusifitas daerah. Namun, dia merasa aneh, karena kegiatan itu hanya dilakukan setelah suasana memanas.
“Iya bagus buat keamanan, tetapi kita juga aneh, kenapa baru dilakukan setelah banyak kerusuhan dimana-mana. Kalau sekarang patroli skala besar, malah masyarakat merasa angker, udah kaya benar-benar darurat banget gitu, padahal kita enggak ada tuh kerusuhan,” imbuhnya. (adib)

















