SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Perilaku membuang sampah sembarangan, di Kabupaten Pandeglang masih sulit ditepis. Bahkan, sampah-sampah dibiarkan berceceran dan berserakan di Kampung Warungsake, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, tepatnya di Jembatan Kalapa Nunggal, Ruas Jalan Ciseukeut-Sobang-Tela.
Pantauan di lokasi, jangankan dilakukan pengangkutan atau pembersihan oleh pihak terkait, baik pihak Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, bahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang yang punya tugas tersebut belum terlihat gerakannya. Plang peringatan atau larangan buang sampah sembarangan pun, sama sekali tidak ada.
Seolah-olah, kondisi itu bukan tanggungjawab para pihak terkait. Akibatnya, sampah di wilayah itu terlihat berserakan hingga tak sedikit yang berjatuhan ke sungai, yang mengakibatkan bau tak sedap mengganggu masyaraka, termasuk pengendara yang melintas. Bahkan saat melintas di jalan tersebut, banyak lalat berterbangan.
Padahal, kondisi itu bakal berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dan pencemaran lingkungan. Namun, hingga saat ini (Minggu, 14/9), tak kunjung ada tindakan pembersihan.
Padahal, soal kebersihan lingkungan sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2008 tentang Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban (K3), serta diperkuat lewat Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 84 Tahun 2016.
Seorang warga yang melintas disekitar tumpukan sampah tersebut, Anggi mengungkapkan, sudah berbulan-bulan sampah yang berada di pinggir Jalan Ciseukeut-Sobang, dibiarkan hingga menggunung.
“Setahu saya tidak ada perhatian dari pemerintah, karena sampai saat ini, tidak ada upaya pengangkutan sampah di sini. Lihat aja pak (sebutnya ke wartawan,red), sampahnya sudah menumpuk dan berserakan,” kata Anggi, Minggu (14/9/2025).
Akibat dibiarkan berbulan-bulan katanya lagi, setiap dia bersama warga lainnya melintas di jalan tersebut, tercium bau tak sedap dari kejauhan hingga membuat mual.
“Sudah beberapa hari ini, baunya luar biasa, kalau lewat sini sampai bikin mual. Kalau dibiarkan terus, bisa menimbulkan penyakit, apalagi kalau hujan deras sampah bisa terbawa air, dan menyumbat aliran hingga menimbulkan banjir,” keluhnya.
Masalah itu tegas Anggi, telah berlangsung lama tanpa penanganan yang memadai dari pemerintah desa maupun DLH Pandeglang. Ia menduga, ketiadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) memicu warga membuang sampah sembarangan.
“Sepertinya, memang tidak ada sistem pengelolaan sampah di sini. Tidak ada TPS, tidak ada petugas yang angkut. Pemerintah, khususunya pihak DLH harus cepat tanggap,“ harapnya.
Senada, warga lainnya yang melintas, Aep mengaku, sangat miris setiap melintas di jalan tersebut tak diindahkan oleh pemandangan sampah yang menumpuk di samping jalan menuju Ciseukeut-Sobang.
“Beberapa kali, saya main ke rumah teman di wilayah Sobang, perasaan sampah yang ada di pinggir jalan makin menumpuk. Miris banget liatnya, karena telah membuktikan tidak ada upaya penanganan,” tukasnya.
Dia mendesak pihak terkait, khususnya DLH Pandeglang segera melakukan penanganan sampah yang sudah menggunung tersebut.
“Jangan saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab, saya minta DLH segera melakukan penanganan serius terhadap sampah tersebut, dan memasang plang peringatan agar tidak ada lagi yang buang sampah sembarangan di situ,” tandasnya.
Sementara, Sekretaris DLH Pandeglang, Winarno, saat hendak dikonfirmasi, tidak menjawab atau mengangkat panggilan WA wartawan. (mardiana)