SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat untuk menangani dampak ledakan yang merusak puluhan rumah warga di Jalan Talas RT 03 RW 01 Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, pada Jumat (12/9/2025) lalu.
Sekretaris Daerah Tangsel, Bambang Noertjahjo memastikan bahwa korban tidak akan tinggal lama di tempat pengungsian yang kurang nyaman. Menurutnya, Pemkot Tangsel akan memindahkan mereka semua ke tempat yang lebih layak untuk tinggal sementara.
“Yang penting saya dan tim memastikan para warga terkena musibah tidak telantar di pengungsian. Jadi kita sudah pastikan rumah kontrakan bisa ditempati, bisa jauh layak huni dibanding penampungan pengungsian,” ujarnya, Senin (15/9).
Mengenai anggaran, Bambang menyebut bahwa dana untuk perbaikan sudah disiapkan, meskipun detail teknisnya masih dihitung. Selain perbaikan rumah, Pemkot juga menyediakan kontrakan sementara yang layak huni bagi para korban.
“Masih dihitung itu teknis yang pasti itu kita menunjukkan langkah cepat dari apa yang disampaikan bapak Wakil Wali Kota dan menurut hasil pembicaraan tadi malam sudah proses perbaikan,” katanya.
Bambang juga menyinggung soal regulasi yang harus dipenuhi dalam proses pemulihan, namun menekankan agar tidak terjebak dalam hal administratif yang bisa memperlambat penanganan.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026: Pemkot Tangsel Tambah Anggaran Pendidikan, Kesehatan hingga Infrastruktur
“Kita yang pasti adalah tindakan dulu, nanti kita carikan yang benar regulasinya. Yang pasti kalau kita berkutat di situ terlebih dahulu warga terdampak justru akan terkorbankan akan lama tertangani, saya pikir kalau kawan-kawan paham,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, suara ledakan keras mengejutkan warga Jalan Cabe Ilir II RT 03 RW 01, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat (12/09/2025) sekitar pukul 05.15 WIB. Insiden terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur lelap.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel, mencatat ada sekitar 54 korban ledakan yang masih bertahan di pengungsian. Mereka, kata Dian, dipastikan terpenuhi kebutuhannya hingga beberapa waktu kedepan.
Para korban yang mengungsi terbagi dalam beberapa lokasi diantaranya 16 kepala keluarga (KK) 54 jiwa berada di musola, 3 KK 8 jiwa mengungsi ke rumah saudara, dan 1 KK 4 jiwa dikontrakan. Bagi warga yang tinggal sementara di musola, mereka menempati bangunan di lantai dua. (eko)
























