SATELITNEWS.COM, SERANG – Komnas Perlindungan Anak (PA) Provinsi Banten, mendorong para pelajar untuk berani bicara atau speak-up ketika terjadi kekerasan, baik yang menimpa dirinya, orang di sekeliling, maupun di lingkungannya. Apalagi, Komnas PA akan memberikan jaminan keamanan bagi pelajar yang berani speak-up.
Ketua Komnas PA Provinsi Banten, Hendry Gunawan mengatakan, setelah mampu bicara, para pelajar juga harus berani melaporkan Tindakan kekerasan yang terjadi, baik di lembaga yang sudah dibentuk di sekolah, Komnas PA, maupun di aparat hukum terdekat.
“Kami mendorong, agar anak-anak mau speak up,” kata Hendry, seusai acara kampanye bertajuk “Rise and Speak” dengan tema Menolak Segala Bentuk Tindak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, di SMPN 9 Kota Serang, Senin (15/9/2025).
Hendry mengungkapkan, ada banyak penyebab mengapa seorang pelajar tidak mau speak up meski mengetahui ada kejadian kekerasan. Salah satunya tidak adanya dukungan dari teman-teman sebayanya.
Padahal, masalah sekecil apapun harus disampaikan untuk melihat dampak dari masalah tersebut, termasuk untuk mencegahnya agar tidak menjadi masalah besar.
“Kami harap, pelajar bisa menjadi pelopor dan pelapor,” ujarnya.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Banten, Kompol Irene menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Banten, dalam meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya keberanian menyuarakan pendapat secara positif, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
“Kita berikan edukasi kepada para siswa, terkait pencegahan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga bahaya ujaran kebencian di dunia maya. Para pelajar didorong untuk berani menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi diri, sekaligus menjaga etika dalam berkomunikasi,” tambahnya.
Melalui kampanye ini, diharapkan para pelajar tidak hanya berani berbicara, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan yang membangun serta menginspirasi. Sehingga pada akhirnya dapat membentuk generasi muda dengan pribadi yang cerdas, berani, dan berintegritas.
“Sehingga mampu berkontribusi positif, bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. (luthfi)
























