SATELITNEWS.COM, LEBAK—Warga masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, meminta pemerintah menyediakan serum anti bisa ular, di Puskesmas sekitar. Hal tersebut lantaran selama ini jumlah masyarakat yang terkena gigitan ular berbisa cukup tinggi.
Tidak hanya itu, warga Baduy meminta pemerintah daerah memprioritaskan penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC). “Kami berharap pemerintah menyediakan serum anti bisa ular di Puskesmas maupun di kecamatan-kecamatan sekitar wilayah Baduy. Selain itu, penanganan penyakit TBC juga perlu menjadi prioritas,” kata Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, Rabu (1/10/2025).
Oom menambahkan, masyarakat Baduy kerap kesulitan mendapatkan layanan kesehatan karena akses jalan menuju wilayah tersebut sulit dijangkau kendaraan. Oom juga menyoroti keberadaan Puskesmas Cisimeut di Desa Bojongmenteng yang sering menjadi rujukan warga Baduy. Menurutnya, fasilitas rawat inap sudah tersedia, namun tenaga medis ahli masih kurang.
“Kami berharap ada tenaga ahli yang disiagakan di Puskesmas Cisimet, agar bisa langsung menangani masyarakat Baduy maupun warga sekitar,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Oom juga mengungkapkan keresahan terkait mahalnya biaya obat yang pernah dialami warga Baduy. Seorang warga Baduy Dalam yang digigit ular sempat diminta biaya Rp3,5 juta untuk mendapatkan suntikan. Namun, setelah dikonfirmasi, ternyata obat tersebut bukanlah serum anti bisa.
“Harapan kami, jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan kondisi darurat masyarakat. Warga Baduy tidak banyak memahami sistem kesehatan modern, jadi perlu adanya perhatian khusus,” tegas Oom.
Baca Juga: RSUD Kota Serang Jamin Penanganan TBC Sampai Tujuh Bulan
Ia menambahkan, aspirasi masyarakat Baduy mencakup tiga hal utama yaitu penyediaan serum anti bisa ular, penanganan penyakit TBC, serta perbaikan akses jalan menuju Desa Kanekes dan desa-desa penyangga. “Kami meminta di Puskesmas Cisimet tersedia tenaga ahli yang siaga, sehingga bisa menangani langsung masyarakat Baduy, baik Baduy Dalam maupun Baduy Luar,” pungkasnya. (mulyana)
