SATELITNEWS.COM, SERANG – Polda Banten membentuk Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri, sebagai dukungan terhadap program Pemerintah Pusat terkait ketahanan dan swasembada pangan.
Artinya, tugas polisi kian banyak, dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) ditambah dengan membantu menjaga dan mensukseskan ketahanan dan swasembada pangan.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki mengatakan, pembentukan Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri sesuai dengan program kerja Pemerintah Pusat yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengaj Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029, serta mendukung Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah.
“Pembentukan ini dalam rangka mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan Program ini diinisiasi sebagai bentuk kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, akademisi, pelaku usaha lokal, hingga komunitas masyarakat,” katanya di Mapolda Banten, Kamis (2/10/2025).
Hengki mengatakan, program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Karena Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri berfungsi untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektoral.
“Program ini tidak hanya menjadi bagian dari tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga merupakan bentuk empati dan kepedulian sosial terhadap kondisi ekonomi serta kesejahteraan warga,” tandasnya.
Baca Juga: Tim Ditreskrimsus Polda Banten Gagalkan Upaya Penyelundupan 150 Ribu Ekor BBL
Hengki menerangkan, Presiden Prabowo Subianto telah mengamanatkan melalui RPJMN dan Inpres Nomor 10 tahun 2025 terkait peran Polri dalam melakukan pendampingan dan pengawalan penyerapan jagung pipilan kering, mendukung sosialisasi kualitas serta harga pembelian pemerintah, dan memperkuat koordinasi dengan dinas terkait mengenai data panen serta harga pangan.
“Ketahanan pangan bukan hanya urusan sektor pertanian semata, tetapi erat kaitannya dengan keamanan nasional, stabilitas sosial, serta masa depan generasi muda bangsa,” tukasnya.
Terkait hal itu, Hengki berharap semua pihak terkait bisa bekerja sama dengan baik agar program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang digaungkan Pemerintah Pusat dapat terlaksana, khususnya diwilayah Provinsi Banten.
“Polri bersama pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan produksi dan distribusi pangan, memberantas praktik penimbunan serta manipulasi harga, mendorong transparansi rantai pasok, dan menggerakkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam produksi pangan lokal,” paparnya.
Dia menggambarkan, Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui optimalisasi lahan, budidaya pertanian dan perikanan, serta pengelolaan hasil pangan berkelanjutan. Oleh larena itu, dibutuhkan Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, akademisi, pengusaha, serta seluruh elemen masyarakat.
“Harapan saya, Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri dapat direplikasi di berbagai wilayah lain, menjadi role model pembangunan berbasis ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan, serta membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” ucapnya.
Baca Juga: Empat Pelaku Pencurian Rokok dan Tabung Gas Diamankan Ke Mapolda Banten
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, Gubernur Banten Andra Soni mendukung penuh program Pemerintah Pusat tersebut. Bahkan, ditahun 2025 ini pihaknya sudah menjalankan program kerja yang berkaitan dengan swasembada pangan.
“Kita sudah laksanakan ditahun ini, salah satunya JUT (Jalan Usaha Tani), nah ini merupakan upaya kita agar para petani bisa mudah membawa hasil panen mereka dan menekan cost atau biaya angkut. Sehingga, para petani bisa mendapatkan keuntungan lebih,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga terus melaksanakan berbagai program lain agar para petani bisa menggarap lahan dengan baik dan hasil panen bisa terus melimpah. Kemudian, lanjutnya, pihaknya juga telah membahas mengenai perlindungan lahan pertanian yang produktif agar bisa dimanfaatkan dengan baik.
“Pada dasarnya Pemprov Banten terus berupaya dan sejalan dengan Pemerintah Pusat. Setiap tahun juga ada bantuan untuk para petani, mulai dari alsintan, pompa air, benih, dan lainnya. Semuanya itu agar swasembada pangan dan ketahanan pangan dapat terealisasi,” imbuhnya. (adib)
























