SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Deteksi dini dan pemeriksaan faktor genetik dalam upaya mencegah kanker payudara menjadi kunci penting. Pencegahan merupakan langkah utama sebelum pengobatan dimulai. Hal itu disampaikan oleh Dokter Onkologi Eka Hospital BSD, Tangsel Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B(K)Onk, M.Epid, MARS dalam kegiatan temu media yang dilaksanakan Senin (06/10/2025) dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Payudara di kawasan BSD.
“Kita berupaya agar penyakit tidak sampai terjadi. Program edukasi dan pemeriksaan rutin yang banyak dilakukan di masyarakat adalah bagian dari strategi pencegahan itu sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga lapisan utama pencegahan kanker payudara, yakni Pencegahan primer, melalui penerapan gaya hidup sehat untuk menghindari faktor risiko berikutnya adalah pencegahan sekunder, berupa deteksi dini seperti pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan klinis serta pencegahan tersier, yaitu pengobatan dan pemantauan pasien agar tidak terjadi kekambuhan.
Selain faktor gaya hidup, dr. Sonar menekankan pentingnya memahami risiko genetik. “Ada faktor keturunan seperti gen BRCA1 dan BRCA2. Pembawa gen ini memiliki risiko hingga sepuluh kali lebih tinggi untuk terkena kanker payudara dibandingkan populasi umum,” jelasnya.
Karena itu, Eka Hospital BSD mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini dan tes genetik, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga. “Kalau diketahui sejak awal, pengobatan bisa lebih tepat dan peluang sembuh jauh lebih besar,” tambahnya.
Gaya Hidup Sehat Turunkan Risiko Kanker
Baca Juga: KONI Tangsel Gandeng Eka Hospital BSD, Jadi RS Rujukan Atlet
Dr. Sonar mengingatkan, sekitar 30–40 persen kanker dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. “Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidak merokok, serta pemeriksaan rutin adalah langkah sederhana namun efektif,” katanya.
Ia menambahkan, kebiasaan seperti konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, kurang tidur, stres berlebihan, serta paparan polusi dapat memperbesar risiko tumbuhnya sel-sel kanker. Karena itu, edukasi mengenai gaya hidup sehat dan skrining rutin perlu diperkuat hingga ke tingkat keluarga.
Menurutnya, pencegahan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan jangka panjang. Pemeriksaan sederhana seperti cek darah, kolesterol, dan kadar gula bisa membantu mendeteksi faktor risiko sejak dini. “Kanker tidak mengenal usia dan jenis kelamin. Mencegah berarti menyelamatkan nyawa,” ujar dr. Sonar.
Pria Juga Bisa Terkena Kanker Payudara
Meski identik dengan perempuan, kanker payudara juga dapat menyerang pria. “Perbandingannya memang kecil, sekitar 1 banding 100. Namun risikonya nyata, terutama pada pria di atas usia 50 tahun,” ungkap dr. Sonar.
Gejala yang muncul pun serupa dengan perempuan, seperti benjolan di sekitar payudara, perubahan kulit, atau keluarnya cairan dari puting. Gaya hidup tidak sehat turut memperbesar kemungkinan munculnya kanker pada pria. (made)
Baca Juga: Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak
























