SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Jelang akhir tahun 2025, diduga akibat melonjaknya harga emas dunia. Harga jual emas di Kabupaten Pandeglang, juga melonjak tembus diharga Rp2 Juta lebih.
Hal itu, kemudian memicu dan mendorong warga Kabupaten Pandeglang berbondong-bondong menjual perhiasan emasnya ke toko emas di Plaza Badak Pandeglang.
Disatu sisi, situasi ini menguntungkan masyarakat. Namun, di sisi lain, para pedagang atau pemilik toko emas mengeluhkan omset (pendapatan) yang semakin hari semakin menurun.
Seorang warga, Embay, mengaku kedatangannya ke toko emas di Plaza Badak Pandeglang untuk menjual perhiasan emasnya. Karena menurutnya, mumpung harga emas lagi tinggi.
“Iya, saya sengaja ke pasar buat jual emas. Alhamdulillah, harga emas lagi bagus (tinggi,red),” kata Embay, Rabu (22/10/2025).
Katanya, ia terpaksa menjual perhiasan emasnya untuk kebutuhan sehari-hari. Selebihnya, untuk memenuhi kebutuhan anak dan kebutuhan lainnya.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Terlihat, selian Embay, juga puluhan ibu atau kaum Emak-emak secara bergantian keluar masuk toko emas, untuk menjual perhiasan emasnya.
“Sudah lama sih saya pakai perhiasan ini, tapi untuk kebutuhan sehari-hari akhirnya dijual juga,” tandasnya.
Sementara, pemilik toko emas Nani Nuraeni menyatakan, lonjakan harga emas dimulai pada tanggal 20 Oktober lalu. Sehingga, masyarakat tak henti-hentinya berdatangan untuk menjualnya.
Diakuinya, sehari ia melayani sekitar 10 – 15 orang warga yang hendak menjual perhiasan emasnya. Hal itu menurutnya, wajar dan kebetulan harga emas sedang tinggi.
“Ya, kebanyakan yang datang mau jual emas,” tandasnya.
Di sisi lain, katanya, kondisi itu merugikan bagi para pemilik atau penjual emas. Karena, omsetnya menurun drastis hingga 50 persen.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
“Kalau masyarakat sih senang dan maunya, kalau harga jual emas tinggi. Tapi kami, kebingungan untuk mengejar pendapatan,” tukasnya.
Ditegaskannya, sejak harga emas melonjak. Pembeli yang datang ke toko emasnya sepi, mayoritas yang datang bermaksud hendak menjual, bukan membeli.
Ditambahkannya, ia dan para pemilik toko emas lainnya, ingin harga emas kembali normal. Sehingga, masyarakat yang datang ada yang jual, ada juga yang beli.
Terpisah, anggota DPRD Pandeglang dari Fraksi Partai Golkar, Habibi Arafat mengatakan, lonjakan harga emas diduga bukan akibat tingginya peminat atau melimpahnya barang.
Melainkan, hal itu diduga dipicu akibat ekonomi global yang kian hari semakin tidak terkendali. Dengan melambungnya harga emas ujarnya, biasanya dollar pun naik.
“Ya, pemerintah harus hadir ditengah kondisi seperti ini. Satu sisi, memang masyarakat diuntungkan. Tapi di sisi lain, kasihan pemilik toko emas yang omsetnya semakin menurun, akibat tak ada yang beli,” tuturnya.
Ia juga berharap, situasi ini segera memilih dan harga emas kembali normal seperti sediakala. Agar perputaran perekonomian, tetap dinamis. Antara penjual dan pembeli, sama – sama diuntungkan. (mardiana)
























