SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Sebuah kios buah Family Banyumas, di Jalan Raya Labuan – Pandeglang, tepatnya di Kampung Ciekek Dinamo, Kelurahan Karaton, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, ludes terbakar, Minggu (26/10/2025) dini hari.
Pantauan di lokasi, pemilik kios buah, Aris, membereskan kiosnya yang sudah jadi arang akibat dilalap si jago merah. Buah-buahan yang hangus terbakar, tiang-tiang kios, kulkas buah, serta barang-barang lainnya, dinaikkan ke mobil untuk dibuang.
“Sekitar pukul 00.00 WIB saya tutup kios, dan pulang ke rumah. Tidak ada firasat apa-apa, saat meninggalkan kios,” kata Aris, Minggu (26/10/2025).
“Baru juga sampai rumah, dan saya lagi duduk-duduk ngaso, belum tidur, sekitar jam 2 dini hari, saya ditelfon oleh tetangga kios, katanya kios saya terbakar. Saya nelfon damkar, tapi bagaimana karena kios saya semi permanen ya sudah tak sempat diselamatkan, kobaran apinya keburu gede, ” timpalnya, sambil menambahkan ia tak tahu darimana asal sumber api. Namum ia curiga, ada korsleting di showcase atau kulkas dengan pintu kaca, karena kulkas itu juga terbakar.
Kata Aris, atas peristiwa tersebut dirinya mengalami kerugian hingga Rp 20 jutaan. Karena, selain kulkas, buah – buahan barang dagangannya juga seluruhnya hangus terbakar.
Sementara, tetangga kios Aris yaitu Tati, yang menjual bakso prasmanan mengatakan kalau barang – barang di kiosnya juga ada yang terkena panas api, hembusan dari kios buah Family Banyumas, seperti kulkas dan helm.
“Alhmdulillah, warung mah selamat. Saya tahunya pas subuh, mau ke pasar belanja bahan buat jualan. Tiba-tiba, ada telefon yang ngasih tahu kalau kios buah sebelah kios saya terbakar. Saya panik dan langsung ke sini, nggak jadi ke pasar,” pungkasnya, sambil menambahkan ia dan Erna pemilik warung nasi Padang yang letak kiosnya berada di samping kios buah, sempat menangis karena panik dan khawatir kebakaran akan merembet ke kios mereka. Beruntung hal tersebut tak terjadi.
Didapat informasi, kobaran api yang membakar kios buah dapat dipadamkan, setelah beberapa warga berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya. (mardiana)