SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Jajaran Polsek Ciputat Timur tengah melakukan proses penyelidikan terkait kasus pemalakan yang terjadi di Pasar Jombang, pada Rabu (29/10) kemarin. Sejumlah saksi mata telah diperiksa untuk mengetahui secara persis peristiwa pengancaman terhadap pedagang menggunakan senjata tajam.
“Kronologinya yang bersangkutan sering mendapatkan intimidasi pemalakan, awalnya minta uang jago Rp50 ribu sebanyak 4 kali kemarin minta Rp100 ribu sampai akhirnya minta uang Rp5 ribu tidak dikasih marah sampai merusak barang dagang. Akhirnya yang bersangkutan merasa ini terintimidasi dan melapor,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/10).
Bambang menjelaskan, berjanji dalam waktu dekat dapat menangkap pelaku.
“Kita sudah melakukan penyelidikan, dalam waktu dekat dapat kami ungkap. Masih dalam proses penyelidikan tim opsnal. Total kerugian Rp1,2 juta untuk barang rusak,” katanya.
Bambang merinci, pelaku memang kerap meminta uang kepada pedagang dengan nominal Rp50 ribu. Kata dia, masyarakat tidak perlu takut apabila mendapatkan intimidasi dan diharapkan segera melapor ke polisi.
“Diberikan Rp50 ribu sebanyak 4 kali, terakhir itu Rp100 sampai Rp5 ribu. Kami minta masyarakat tidak takut segera laporkan kepada kami, kami siap memberikan perlindungan kepada masyarakat,” bebernya.
“Kami akan dalami, apabila yang bersangkutan pernah terjerat dengan kasus hukum, berarti dalam pemidanaan akan lebih berat akan ditambah sepertiga masa tahanannya nanti dengan hukuman maksimal,” sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa mengerikan terjadi di Pasar Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu (29/10/2025). Pasar yang biasanya ramai dengan aktivitas jual beli, tiba-tiba berubah mencekam saat seseorang menyerang pedagang menggunakan senjata tajam (sajam) jenis golok. (eko)