KOTA TANGERANG--Pagi masih muda di Jalan KH Hasyim Ashari, Kota Tangerang. Satu per satu anak berseragam putih-merah dan putih-biru berdatangan ke halte kecil di pinggir jalan. Wajah-wajah mengantuk mereka berubah cerah saat warna biru cerah bus Tayo mendekat. “Yee, Tayo datang!” teriak seorang anak.
Bus mungil yang kini akrab disapa warga itu bukan sekadar kendaraan. Ia telah menjadi simbol harapan baru bagi banyak keluarga di Kota Tangerang. Terutama mereka yang selama ini harus berjibaku dengan ongkos ojek atau berjalan kaki cukup jauh demi sampai ke sekolah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di bawah kepemimpinan Wali Kota Sachrudin terus menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), lahirlah program “Gampang Sekolah” yang menghadirkan layanan transportasi gratis bagi pelajar lewat armada Bus Tayo dan Angkot Si Benteng.
Program ini tidak hanya mempermudah perjalanan anak-anak menuju sekolah, tetapi juga menjadi solusi nyata terhadap tantangan mobilitas bagi keluarga berpenghasilan rendah. Dengan hadirnya layanan gratis ini, beban ekonomi warga berkurang, sementara peluang anak-anak untuk bersekolah semakin terbuka lebar.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Kami ingin memastikan tidak ada lagi pelajar Kota Tangerang yang absen karena kesulitan biaya atau transportasi. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menghadirkan akses transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau bagi seluruh pelajar. Kami terus memperluas jangkauan layanan angkutan pelajar gratis, memperbaiki rute yang belum terlayani. Dengan transportasi yang mendukung, kami percaya tidak ada lagi anak yang tertinggal hanya karena tidak bisa sampai ke sekolah,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Dr. Achmad Suhaely SSTP, MBA.

Menurutnya, kebijakan ini resmi berjalan sejak 2 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap generasi muda.
Baca Juga: Tiga Ruas Jalan di Kota Tangerang Direvitalisasi, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Bus Tayo dan Si Benteng, lanjut Suhaely, kini beroperasi di berbagai koridor strategis, mulai dari kawasan permukiman hingga area sekolah-sekolah negeri dan swasta. Layanan ini aktif setiap Senin hingga Jumat, dengan jadwal menyesuaikan waktu belajar pelajar. Pagi mulai pukul 05.00 sampai 07.30. Siang pukul 12.00–15.00, lalu Sore pukul 16.30–18.00 WIB.
“Syaratnya naiknya pun sederhana. Cukup mengenakan seragam sekolah, dan semua pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat di Kota Tangerang dapat menumpang tanpa biaya,” tambah Suhaely.
Bagi Erina, siswi SMPN 4 Kota Tangerang, program ini bukan sekadar fasilitas. “Biasanya saya harus dianter-jemput naik ojek. Sekarang alhamdulillah bisa naik Tayo. Gratis, aman, dan lebih tenang,” tuturnya sambil tersenyum.
Cerita serupa datang dari Shakira, siswa SMA Negeri 1 Tangerang.
“Kalau hujan, saya enggak khawatir lagi. Bus-nya nyaman, sopirnya ramah, dan saya suka bereng teman-teman,” ujarnya.
Kini, setiap pagi di berbagai sudut kota, mobil biru Tayo dan angkot Si Benteng menjadi pemandangan khas. Mereka bukan sekadar armada Dishub, tetapi simbol komitmen Kota Tangerang dalam membangun kota yang inklusif dan peduli pada masa depan generasi mudanya.(ADV)
Baca Juga: Parkir Liar Kembali Muncul di Trotoar Stasiun Batuceper
























