SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, membuka gerai Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Pamarayan. Kebijakan itu sengaja diambil, sebagai salah satu upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
Diketahui, Pemprov Banten mendapatkan PAD dari sektor pajak kendaraan melalui program penghapusan pokok pajak sekira Rp300,660 Miliar. Uang itu didapat, dari 22.137 kendaraan yang mengikuti program tersebut
Selama kebijakan itu, ada ribuan kendaraan yang melakukan mutasi, yaitu 9.429 unit minibus, 8.224 unitnsepeda motor, 1.836 unit jeep, 1.431 unit sedan, 539 unit pikap, 447 unit light truck, 137 unit truck, 66 unit microbus, dan 33 unit bus.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Berly Rizki Natakusumah mengatakan, pembukaan gerai Samsat di Kecamatan Pamarayan merupakan kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Ciruas.
“Kehadiran gerai ini menjadi upaya konkret dalam mempermudah masyarakat mengurus pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan layanan administrasi lainnya tanpa harus pergi jauh ke kantor induk Samsat,” katanya, Senin (10/11/2025).
Berly menerangkan, gerai Samsat Pamarayan berlokasi di Kantor Kecamatan Pamarayan, tepatmya di Jalan Raya Bojongloa-Harendong kilometer 1, Kampung Bojongloa, Desa/Kecamatan Pamarayan.
Baca Juga: Mudahkan Pembayaran Pajak, Pemprov Banten Sediakan 1.553 Payment Point
“Lokasi strategis ini dipilih, agar pelayanan pajak kendaraan dapat menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan, serta memperkuat akses pelayanan di daerah perbatasan kecamatan,” tambahnya.
Berly mengaku, pembukaan gerai ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah untuk meningkatkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasakan kemudahan, dalam membayar pajak kendaraan tanpa harus menempuh jarak yang jauh. Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah, dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Dia menerangkan, gerai Samsat Pamarayan melayani masyarakat mulai Senin hingga Jumat pukul 08.00–14.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00–11.00 WIB. Dengan jam operasional yang fleksibel, masyarakat dapat menyesuaikan waktu kunjungan sesuai dengan aktivitas harian mereka.
“Selain melayani pembayaran PKB secara tunai, gerai Samsat Pamarayan juga menyediakan fasilitas pembayaran non-tunai melalui EDC (Electronic Data Capture) bekerja sama dengan Bank Banten. Inovasi ini sejalan dengan komitmen Bapenda dalam mendukung transformasi digital dan transparansi layanan publik,” ujarnya lagi.
Berly memastikan, tujuan utama dibukamya gerai Samsat Pamarayan ini, sebagai upaya meningkatkan PAD Pemprov Banten. Oleh karena itu, dia mengajak kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik.
Baca Juga: Berpotensi Menambah PAD, Pemprov Banten Bakal Manfaatkan Situ Rancagede Jakung
“Kehadiran Gerai Samsat Pamarayan, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat pajak serta berkontribusi terhadap peningkatan PAD Provinsi Banten, masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyarankan, agar program tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, selain bisa menambah PAD, program itu juga dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“Tentunya fokus kita, untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, disamping kita menggali PAD. Kita akan terus optimalkan semua sumber PAD, agar pembangunan bisa terus dimaksimalkan,” imbuhnya. (adib)
