SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten, mensosialisasikan gemar mengkonsumsi makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) kepada anak usia sekolah.
Tindakan itu dilakukan, guna memberikan pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi, sekaligus salah satu upaya mencegah stunting terhadap anak.
Kepala Dinas Ketapang Provinsi Banten, M. Nasir mengatakan, pihaknya sengaja melakukan sosialisasi mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan beragam kepada anak, agar pemenuhan gizi bisa terpenuhi dan penyakit stunting bisa dicegah.
“Kita berikan pemahaman kepada anak, agar mereka bisa mengkonsumsi makanan yang beragam, jadi bukan hanya dua atau tiga jenis saja, tetapi beragam, empat sehat lima sempurna,” katanya, Rabu (12/11/2025).
Nasir mengaku, pihaknya akan terus melakukan upaya tersebut, karena Gubernur Banten Andra Soni sudah membuat program kerja yang populis, khususnya mengenai pemenuhan gizi untuk mencegah stunting terhadap anak.
“Kita lakukan edukasi kepada anak-anak atau siswa sekolah dasar, agar mengerti terkait pentingnya Makanan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), yang harus dikonsumsi oleh para siswa atau anak-anak sekolah. Sehingga, anak-anak sebagai generasi masa depan dapat tumbuh dengan sehat, cerdas dan hebat,” tambahnya.
Baca Juga: DKP Banten Salurkan Bantuan Beras untuk Ratusan Nelayan Pulau Tunda yang Tak Melaut
Nasir menerangkan, kegiatan sosialisasi itu juga memperkenalkan dari sejak dini bagi anak-anak, agar memahami makanan yang dikonsumsi mengandung gizi yang baik dan bagus untuk tumbuh kembang.
“Anak ini bisa mengetahui, makanan apa saja yang betul-betul bergizi sesuai yang dibutuhkan oleh tumbuh untuk perkembangan dan pertumbuhan anak, baik unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tumbuh kita,” ujarnya.
Dia meyakini, upaya tersebut bisa berdampak terhadap penurunan stunting di Banten, karena masyarakat dan anak-anak bisa mengetahui bagaimana cara mencegah terjadinya stunting sejak dini.
“Kegiatan ini, untuk mencapai target penurunan angka stunting. Dimana proses tadi atau tingkat nasional, masih 30.8 persen, Banten masih dibawah nasional 28.6 persen, angka yang diharapkan adalah 20 persen,” tuturnya.
“Semoga dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah, melalui B2SA Goes to School dapat menurunkan angka tersebut dengan drastis,” timpalnya.
Nasir menjelaskan, sosialisasi dan perkenalan makanan yang beragam bergizi seimbang dan aman, akan meningkatkan motivasi bagi para pendidik untuk terus mengawal makanan atau jajanan siswa yang berkualitas memenuhi syarat B2SA, dan bisa melakukan langkah-langkah perbaikan di lingkungan rumah tangga.
Baca Juga: Program B2SA Terus Digaungkan, Dinas Ketahanan Pangan Banten Libatkan Ponpes
“Program Bapak Gubernur Andra ini, harus kita support dan laksanakan untuk mewujudkan SDM Banten yang cerdas, sehat, dan hebat,” tutupnya.
Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Tigaraksa, Tangerang, Lia Nurmala, menyambut baik kegiatan tersebut. Kata dia, sosialisasi yang dilakukan banyak memberikan manfaat dan informasi kepada guru dan siswa mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan beragam dan sehat.
“Sosialisasi dan informasi yang kami dapat, tentunya menjadi bekal kedepan bagi anak-anak kami dan kami pribadi. Karena betul yang disampaikan, makanan beragam, bergizi, dan sehat itu bisa mencegah stunting,” imbuhnya. (adib)























