SATELITNEWS.COM, LEBAK – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kampung Cimurutu, Desa Margamulya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, mengeluhkan penahanan buku tabungan dan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Salah satunya dialami oleh seorang ibu rumah tangga berinisial IS. Ia mengaku, sejak dua minggu lalu buku tabungan dan kartu ATM miliknya diminta untuk dikumpulkan, namun hingga kini belum ada kejelasan.
“Tanggal 25 atau 26 Oktober, hari Sabtu, kami dipanggil ke kecamatan untuk mengambil kartu, tapi tidak boleh diwakilkan oleh suami. Lalu pada Selasa, ada notifikasi di HP bahwa dana PKH dan PIP cair dari pemerintah. Sore harinya, kami diminta mengumpulkan kartu dan buku tabungan,” ujar IS saat dihubungi melalui telepon, Rabu (12/11/2025).
Menurut IS, pengumpulan dilakukan melalui seseorang bernama Iis, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan pendamping PKH Kecamatan Cileles, Vera. Informasi tersebut diperoleh melalui grup penerima PKH.
“Di grup disuruh kumpulin ke Teh Iis Kabayan, mungkin kepercayaannya Bu Vera. Saya antar ke Teh Iis karena katanya saudara yang kerja di kecamatan. Waktu saya tanya ke Bu Vera soal itu, jawabnya benar,” tuturnya.
IS juga menuturkan, dirinya sempat menanyakan apakah kartu tersebut berisi saldo. Namun ia hanya mendapat jawaban bahwa saldo sudah ada, tapi belum bisa dicairkan. “Katanya semua kartu sudah ada saldonya, tapi belum bisa ditarik karena belum ada pemberitahuan dari pihak bansos,” ujarnya menirukan.
Baca Juga: 12.800 Penerima Bansos di Kabupaten Serang Terindikasi Judi Online
IS mengaku kecewa karena hingga kini belum ada penjelasan yang pasti. Bahkan, ia merasa mendapat respon tidak menyenangkan ketika mencoba menanyakan kejelasan pencairan bantuan. “Kami sempat ditanggapi dengan nada marah. Katanya, ‘nggak usah nanya cair-cair, bansos itu bukan gaji,’” katanya.
IS juga mengungkapkan, ia tidak mengetahui secara pasti jenis bantuan yang diterimanya. Namun, namanya tercantum sebagai penerima bantuan dari pemerintah. “Kami (KPM baru) nggak tahu bantuan apa, tapi kartu ATM-nya berwarna merah. Kalau tetangga yang dapat BPNT katanya sudah cair,” ujarnya.
Lebih lanjut, IS mengaku sempat diingatkan agar tidak banyak bicara terkait pengumpulan buku tabungan dan ATM tersebut. Bahkan, ia mengaku mendapat ancaman bahwa bantuannya bisa dibatalkan jika terlalu banyak bertanya. “Saya takut, karena ada ancaman kalau kebanyakan omong nanti bantuannya dibatalkan,” ujarnya.
Sementara, Pendamping PKH Kecamatan Cileles, Vera, saat dikonfirmasi melalui telepon, membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak ada pengumpulan buku tabungan maupun kartu ATM milik KPM. “Nggak ada pengumpulan buku tabungan dan ATM milik KPM. Atas nama siapa KPM-nya? Tapi akan kami tindak lanjuti,” katanya.
Vera juga membantah tudingan bahwa dirinya marah atau mengancam penerima manfaat ketika ditanya soal pencairan bantuan. “Memang betul ibu-ibunya sering menanyakan soal pencairan, tapi saya tidak marah-marah. Tudingan itu tidak benar,” katanya. (mulyana)
























