SATELITNEWS.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni, meninjau lokasi pembangunan Frontage Flyover Unyur dan penataan kawasan pasar Royal, Kota Serang, Rabu (19/11/2025).
Dua proyek Pembangunan itu menyerap APBD Provinsi Banten sebesar Rp30 Miliar pada APBD Banten 2026, Rp25 Miliar Pembangunan frontage dan Rp5 Miliar penataan Kawasan pasar Royal.
Pengalokasian anggaran pembangunan itu, sebagai langkah percepatan penanganan kemacetan yang kerap terjadi akibat perlintasan kereta api dan arus lalu lintas di jalur Kaligandu–Unyur.
Sementara, pasar Royal sendiri akan menjadi pusat ekonomi sekaligus ruang publik yang lebih tertata untuk memperkuat fungsi ibu kota Provinsi.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, proyek frontage itu sudah direncanakan sejak lama, namun sempat tertunda karena persoalan anggaran.
Flyover yang dirancang sebagai jalur alternatif ini akan memisahkan arus kendaraan dari lintasan kereta sehingga lalu lintas dapat berlangsung lebih lancar dan aman.
Baca Juga: Dukung Penuh Pencarian Rombongan Wartawan, Pemprov Banten Siapkan Fasilitas Ini
“Rencananya sudah lama, tapi terkendala fiskal,” katanya, Rabu (19/11/2025).
Andra menegaskan, seluruh pembangunan fisik yang dilaksanakan pemerintah daerah di Banten harus dilakukan secara terukur dan mengutamakan kebutuhan masyarakat. Pemprov Banten berkomitmen untuk memprioritaskan infrastruktur yang memberi dampak langsung bagi mobilitas warga.
“Yang paling bermanfaat untuk masyarakat harus didahulukan,” tandasnya.
Andra menilai, penataan akwasan Royal menjadi Kawasan yang tertata baik pedestriannya maupun Kawasan pasar royalnya itu sendiri akan menjadi ikon baru Kota Serang kedepan. Oleh karena itu Pemprov Banten memberikan support menuh.
“Apalagi ini sudah menjadi catatan lama agar pusat ekonomi di Kota Serang bisa terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan menambahkan, Pemprov Banten telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 25 Miliar untuk pembangunan frontage flyover tersebut pada tahun 2026. Tender direncanakan dilakukan pada Desember 2025 agar pekerjaan fisik dapat dimulai pada awal 2026.
Baca Juga: Di Acara Raker Bapera, Gubernur Andra Ajak Pemuda Bangun Banten
Arlan juga memaparkan bahwa panjang flyover mencapai 280 meter dengan struktur jembatan sekitar 80 meter. Selama pembangunan berlangsung, sebagian badan jalan akan ditutup dan rekayasa lalu lintas akan diinformasikan lebih awal kepada masyarakat.
“Desember tender, awal tahun mulai. Akan kami sosialisasikan,” ujarnya lagi.
Sementara, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan dukungan penuh terhadap pembangunan frontage tersebut. Ia menjelaskan bahwa izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah terbit sejak 2023. Namun, pelaksanaannya terkendala keterbatasan anggaran daerah.
“Kami terbantu sekali oleh provinsi. Kalau tidak dialihkan ke frontage, kemacetan bisa luar biasa,” kata Budi. (luthfi)
























