SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang melakukan gempuran perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah ini diambil menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait PJU yang mati di berbagai wilayah.
Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Jainudin, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan (inventarisasi) terhadap seluruh PJU yang bermasalah.
“Kita lagi inventarisir bahwa di lingkup wilayah Kabupaten Tangerang, berdasarkan informasi dan aduan masyarakat, banyak PJU yang mati. Ternyata PJU yang mati itu ada yang dibangun oleh provinsi, ada bantuan dari Kementerian ESDM, ada juga yang dibangun pihak kecamatan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak semua PJU tersebut dibangun menggunakan anggaran Dishub, sehingga spesifikasi teknisnya banyak yang tidak sesuai standar Dishub.
“PJU-PJU ini dibangun bukan oleh Dishub. Ketika lihat speknya memang tidak sesuai dengan spek yang di Dishub. Kalau berharap pembangunan PJU ini satu pintu, supaya speknya sama, juga ada ketentuan garansi. Tapi karena dibangun banyak pihak, jadi tidak sama speknya,” katanya.
Meski begitu, Dishub tetap akan membantu perbaikan sesuai kewenangan.
Baca Juga: Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang Desak Penetapan Tersangka Kasus Pencemaran Cisadane
“Siapapun yang membangun, kita kembalikan pada tanggung jawab pelaksana pembangunan. Kalau masih ada garansinya, ya berharap bisa diperbaiki pihak yang membangun. Kalau tidak ada, Dishub berupaya melakukan perbaikan, tentu dengan proses pengajuan dan anggaran,” terang Jainudin.
Perbaikan besar yang membutuhkan pembiayaan tinggi akan menjadi rencana kerja Dishub pada 2026, termasuk pengambilalihan aset-aset PJU yang sebelumnya dibangun pihak lain.
Gempuran PJU Menjelang Malam Tahun Baru
Untuk kebutuhan Nataru 2026, Dishub menggelar program khusus perbaikan cepat pada PJU yang rusak.
“Menjelang Nataru kita punya program agar di malam tahun baru betul-betul terang, karena pasti ada keramaian dan kesibukan di malam hari. Wilayah yang PJU-nya mati akan kita coba upayakan bisa hidup. Ini gempuran PJU,” kata Jainudin.
Dishub telah memetakan titik kerusakan di 29 kecamatan. Perbaikan difokuskan pada masalah yang bisa ditangani cepat, seperti penggantian lampu dan perbaikan tiang.
Baca Juga: Sempat Kabur ke Bandung, Terduga Pelaku Tabrak Lari Tokoh Pramuka Tangerang Ditangkap
Namun untuk wilayah tertentu seperti Kosambi dan Teluknaga, kerusakan justru lebih parah.
“Ada beberapa lokasi—Kosambi dan Teluknaga—hampir satu ruas jalan kabelnya hilang. Ini tidak bisa dilakukan cepat karena harus perbaikan jaringan kabel dulu. Itu jadi prioritas 2026,” jelasnya.
Pengamanan Lalu Lintas dan Imbauan Soal Truk Tambang
Selain PJU, Dishub juga menyiapkan pos pantau pengawasan dan pengendalian bersama Polri dan TNI untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas pada malam tahun baru.
“Seperti biasa, kita akan membuat pos-pos gabungan agar tidak ada kemacetan dan kesemrawutan,” ujarnya.
Dishub juga mengimbau pengurangan hingga penghentian sementara operasional truk tambang selama periode Nataru.
Baca Juga: Bupati Tangerang Hadiri Kelulusan Siswa Sekolah Genius di Curug
“Kita mohon untuk tiga hari menjelang dan tiga hari setelah tahun baru, kendaraan tambang bisa dikurangi, syukur-syukur bisa berhenti dulu. Karena masyarakat banyak yang menggunakan jalur transportasi untuk silaturahmi dan rekreasi,” ujar Jainudin.
Menurutnya, pengurangan truk tambang akan membantu memperlancar mobilitas masyarakat yang hendak merayakan Natal dan Tahun Baru.
“Harapannya, kendala kemacetan karena angkutan truk tambang bisa diminimalkan. Dua poin itulah yang kita persiapkan di akhir 2025 ini,” tutupnya. (aditya)
