SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Industri kerajinan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menunjukkan geliat positif. Berbagai produk kriya lokal kini tak hanya diminati pasar nasional tetapi juga mulai menembus mancanegara mulai dari Jepang hingga Belanda. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaku kerajinan asal kota anggrek kian siap bersaing di pasar global.
Kondisi itu kembali ditegaskan dalam momentum pelantikan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan periode 2025-2030. Pelantikan dipimpin Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni di Puspemkot Tangsel, Selasa (2/12).
Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan. Pilar menuturkan bahwa Dekranasda memiliki tanggung jawab moral dalam menggerakkan sekaligus mengembangkan industri kreatif di Tangsel. Ia meyakini bahwa kemajuan sektor ini akan memberikan dampak domino yang signifikan bagi masyarakat.
“Jika kita bisa mengembangkan ekonomi kreatif, maka masyarakat bisa bekerja, dan banyak potensi baru bermunculan. Begitu kita dorong mereka, mereka bisa naik tingkat dan menggerakkan yang lainnya. Ujungnya adalah pengentasan masalah ekonomi,” ujar Pilar.
Dirinya menegaskan, Provinsi Banten memberikan arahan agar Dekranasda Tangsel lebih mengoptimalkan pengembangan kerajinan berbasis potensi lokal. Pasalnya, setiap daerah memiliki karakter dan keunggulan kriya berbeda-beda.
Pilar juga menyebut sejumlah produk Tangsel yang kini mulai dikenal luas, seperti ecoprint, kerajinan rajut, hingga chunky bag yang saat ini sedang digencarkan melalui berbagai pelatihan. Bahkan, beberapa produk tersebut telah berhasil merambah pasar internasional.
“Di Tangsel kita bisa lihat ada pernak-pernik yang sudah ke luar negeri, ecoprint, lalu ada rajut, terakhir kita ada chunky bag kita lagi adakan pelatihan, alhamdulillah sudah ada pesanan. Pasar luar bisa sampai ke Jepang, Belanda,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar Dekranasda Tangsel lebih progresif, terutama dalam pengembangan produk berciri khas lokal, memperluas kolaborasi lintas sektor, memaksimalkan digitalisasi, dan meningkatkan kapasitas SDM perajin.
Ketua Dekranasda Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni menegaskan bahwa Banten memiliki kekayaan kriya luar biasa, mulai dari batik hingga kerajinan modern. Menurutnya, pembinaan berkelanjutan diperlukan agar para perajin dapat naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.
“Tangsel sebagai kota urban dengan tingkat inovasi tinggi memiliki potensi besar menjadi lokomotif pengembangan kriya modern di Banten,” katanya.
Anggota Dekranasda Ciputat Timur, Dewi Mayasari membagikan kisahnya yang menginspirasi. Ia mengaku baru saja lolos kurasi dari Angkasa Pura dan kini menjadi binaan resmi. Tak hanya itu, untuk pertama kalinya produk mereka berhasil tampil di pameran internasional di Turki.
“Produk kami macam-macam, ada boneka rajut. Pengrajin boneka kami bahkan sudah masuk toko besar hingga mall. Produk yang dipamerkan berupa gelang dan bros dari batu. Ini perdana bagi kami bisa memamerkan kerajinan di luar negeri,” urainya. (eko)