SATELITNEWS. COM, TANGERANG–Seorang pengendara mengalami kecelakaan tunggal yang diduga akibat menabrak lubang galian proyek milik Perumda Tirta Benteng (TB) di Kampung Kebon Cau, RT 004 RW 005, Kelurahan Jatake, Kecamatan Jatiuwung, pada Rabu malam (03/12/2025).
Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, insiden terjadi karena kondisi jalan gelap dan minim penerangan, sehingga korban tidak melihat lubang galian yang berada di badan jalan. Warga juga mengaku kejadian serupa telah berulang kali terjadi.
“Sudah beberapa kali ada yang jatuh. Penerangan minim, lubangnya juga tidak terlihat jelas. Sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar salah satu warga.
Baca Juga: Ketua DPRD Usul Retribusi Sampah Terintegrasi dengan Tagihan PDAM
Menanggapi kejadian tersebut, Manajer Hubungan Pelanggan (Hublang) Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Budi Santoso, memberikan penjelasan terkait status pekerjaan dan tahapan perbaikan pada Kamis (03/12/2025).
Budi menyampaikan bahwa pemasangan jaringan perpipaan di Zona 2—meliputi Kecamatan Karawaci, Jatiuwung, Periuk, dan Cibodas—memang masih berlangsung. Proses perbaikan jalur yang telah digali ditargetkan rampung pada 20 Desember 2025.
“Program pemasangan jaringan perpipaan ini merupakan bentangan dari jaringan pipa distribusi. Dalam tahap perbaikan ini ada beberapa proses yang sampai saat ini sedang berlangsung. Estimasi selesai sekitar tanggal 20 Desember. Mudah-mudahan bisa segera rampung,” jelasnya.
Baca Juga: Perumda Tirta Benteng Rayakan HPN dengan Organisasi Media
Ketika ditanya mengenai alasan lubang galian belum ditutup atau dicor kembali, Budi menegaskan bahwa terdapat prosedur teknis yang harus dilewati.
“Selain pemadatan, ada tes CBR yang diberlakukan oleh penyelenggara jalan. Di lokasi Jatiuwung ini yang berwenang adalah PPJN. Jadi kami juga menunggu waktu dan validasi dari PPJN,” kata Budi.
Terkait insiden kecelakaan yang terjadi di dekat area proyek, pihak Perumda Tirta Benteng menyampaikan keprihatinan mendalam dan menyerahkan proses investigasi sepenuhnya kepada kepolisian.
Baca Juga: Penyangga Pipa yang Doyong, Perumda Tirta Benteng Tunggu Rekomendasi Teknis BBWS
“Kami menyampaikan turut belasungkawa dan prihatin atas kejadian tersebut. Untuk penyebab pasti kecelakaan, kami menunggu hasil dari pihak kepolisian. Kami serahkan sepenuhnya kepada yang berwajib,” ujarnya.
Budi juga menyebutkan bahwa pihak PDAM bersama mitra pelaksana berencana untuk melakukan takziah ke rumah korban sebagai bentuk empati.
“Terlepas dari apakah penyebabnya terkait atau tidak dengan proyek kami, karena kejadiannya di sekitar lokasi, kami bersama mitra insya Allah akan melakukan takziah ke rumah duka sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan,” tambahnya. (mg01)
