SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Penyangga pipa milik Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang yang melintas di atas aliran Sungai Cisadane terpantau dalam kondisi sedikit doyong. Menyikapi hal tersebut, pihak Perumda TB menyatakan bahwa konstruksi tersebut masih dalam tahap pekerjaan pihak ketiga dan belum diserahterimakan secara resmi.
Humas Perumda TB Kota Tangerang, Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa tanggung jawab teknis saat ini masih berada pada kontraktor pelaksana proyek. “Untuk pipa yang doyong itu masih pekerjaan konstruksi. Masih tanggung jawab kontraktor karena belum diserahkan ke kami,” ujar Syarif, Kamis (29/1/2026).
Meski belum menjadi tanggung jawab penuh Perumda TB, pihaknya tetap melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Perumda TB juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk meminta rekomendasi teknis sebagai dasar pelaksanaan perbaikan. “Kami sudah cek lokasi. Dari BBWS juga sudah melihat kondisinya. Kami sudah bersurat untuk meminta rekomtek,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini PDAM masih menunggu keluarnya rekomendasi teknis tersebut. Ia menyebutkan, setiap pekerjaan di area sungai harus sesuai arahan dan izin dari BBWS. “Begitu rekomtek (rekomendasi teknis) keluar, baru bisa dilakukan tindakan. Tanpa surat rekomendasi, kami tidak bisa mulai pekerjaan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi sementara, penambahan tiang penyangga telah dipasang di bagian bawah pipa untuk menjaga kestabilan struktur. “Awalnya penyangga hanya beberapa. Setelah terlihat agak doyong, ditambah lagi tiangnya untuk menahan,” ujarnya. Syarif menambahkan, pemasangan penyangga tersebut dilakukan mengacu pada ketentuan teknis dari BBWS.
Dalam rekomendasi sebelumnya, tidak diperkenankan adanya tiang di bagian tengah aliran sungai, sehingga desain penopang harus menyesuaikan aturan tersebut. Terkait keamanan, Perumda TB menyatakan kondisi pipa saat ini masih berfungsi normal dan distribusi air bersih tetap berjalan. “Selama ini masih aman dan operasional tetap berjalan,” kata dia.
Adapun penyebab kemiringan diperkirakan dipengaruhi beberapa faktor, seperti curah hujan tinggi, arus sungai, serta kemungkinan pergeseran struktur penyangga di bagian bawah. Untuk detail teknis dan masa ketahanan konstruksi, Syarif menyebut hal tersebut menjadi kewenangan tim teknis. Hingga kini, Perumda TB Kota Tangerang masih menunggu rekomendasi teknis dari BBWS sebelum melakukan perbaikan atau penyempurnaan lebih lanjut pada penyangga pipa tersebut. (ari)