SATELITNEWS.COM, LEBAK – Di balik hamparan perbukitan hijau Kabupaten Lebak, wilayah tengah selama ini dikenal sebagai kawasan yang sunyi. Jalan-jalan kecil yang lengang dan keterbatasan fasilitas publik membuat banyak warganya hidup dalam ruang yang serba terbatas. Sementara pembangunan di Lebak Utara dan Selatan terus bergerak cepat, wilayah tengah seakan masih menunggu giliran untuk ikut maju.
Namun hari ini, asa baru mulai tumbuh. Namanya, Agrowisata Cikapek. Pemerintah Kabupaten Lebak tengah menyiapkan pembangunan agrowisata ini sebagai proyek besar dalam visi misi Lebak Ruhay. Tujuannya jelas, menghidupkan kembali denyut pertumbuhan ekonomi di wilayah tengah yang selama ini tertinggal dari sisi infrastruktur, aksesibilitas, hingga kondisi sosial ekonomi.
Berlokasi di kawasan seluas 52 hektare, Agrowisata Cikapek digagas bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai kawasan terintegrasi yang menjadi pusat ekonomi baru di jalur strategis Rangkasbitung, Baduy.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Yosep M Holis, menjelaskan bahwa konsep tersebut dipilih karena letaknya yang sangat strategis. Wisatawan yang menuju Baduy perjalanan sekitar dua jam akan diarahkan untuk singgah terlebih dahulu di kawasan Agrowisata. “Konsepnya rest area. Semua agen travel dan PHRI akan kami arahkan transit di sini sebelum masuk Baduy,” ungkapnya, Minggu (7/12).
Pemerintah telah menyusun 12 zonasi di dalam kawasan tersebut, mulai dari pusat pendidikan dan penelitian pertanian-perkebunan, pengembangan komoditas kopi dan gula aren, area ekonomi kreatif, hingga ruang pariwisata dan UMKM.
Tak berhenti di situ, pemerintah pusat juga tengah menjajaki pembangunan Sekolah Garuda, sekolah unggulan berstandar internasional. Lebak menawarkan lahan 20 hektare untuk proyek tersebut. Jika terwujud, wilayah tengah diproyeksikan mengalami peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan.
Baca Juga: Hadapi Nataru, Pemkab Lebak Perkuat Keamanan Wisata Pantai
Meski penuh harapan, proyek ini bukannya tanpa hambatan. Pembiayaan yang dibutuhkan tidak kecil sekitar Rp50–60 miliar. Saat ini, pembangunan baru berjalan melalui skema bertahap: Tahap I memperoleh Rp4 miliar, Tahap II sekitar Rp8 miliar, ditambah dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi. “Kita belum bisa bangun semuanya. Jadi fokus dulu pada lanskap masjid, jalan, dan mekanik-elektrik,” kata Yosep.
Setelah infrastruktur dasar rampung, pemerintah akan mulai membuka peluang investasi untuk pembangunan zona-zona lain sesuai masterplan. Terkait lahan, Yosep memastikan tidak ada persoalan. Kawasan ini sebelumnya merupakan lahan HGU perusahaan swasta yang kini sudah resmi dialihkan kepada Pemkab Lebak dan tersertifikasi digital oleh ATR.’
“Proyek ini bukan sekadar menambah PAD. Lebih dari itu, kami ingin membangun pusat ekonomi baru yang menggerakkan wilayah tengah, sebagaimana Lebak Utara berkembang dengan tol dan kereta, serta Lebak Selatan tumbuh melalui pariwisata dan sektor kelautan,” tuturnya.
Ia menambahkan, wilayah tengah masih menyimpan banyak kantong kemiskinan menurut data DTSM. Karena itu, Agrowisata Cikapek diharapkan menjadi pemantik perubahan. “Dengan konsep yang jelas dan visi yang besar, Agrowisata Cikapek bukan hanya proyek fisik. Ini langkah untuk menghidupkan kembali jantung Kabupaten Lebak. Waktu yang akan membuktikan apakah kawasan ini mampu menjadi katalis ekonomi baru untuk masyarakat,” imbuhnya.
Pembangunan Agrowisata Cikapek di Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, kini telah mencapai 95 persen. Proyek ini ditargetkan menjadi salah satu agrowisata terbesar di Provinsi Banten dan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Bidang Destinasi Dispar Lebak, Usep Suparno, memastikan progres pembangunan hampir selesai dan tengah memasuki proses akhir. “Cikapek sudah 95 persen. Tinggal finishing saja,” ujarnya.
Baca Juga: Jelajah Agrowisata di UPT PBTPHP Kota Tangerang
Tahap pertama telah menyelesaikan fasilitas vital, antara lain area parkir, gedung kuliner, jalan inspeksi, toilet, gerbang, TPT, dan saluran drainase. Pembangunan berlangsung sejak 2024 dan ditargetkan rampung akhir Desember 2025. “Target awal tahun 2026 Agrowisata Cikapek diresmikan Pemkab Lebak. Perkiraan Januari atau Februari,” katanya optimistis. (mulyana)
























