SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Operasi Zebra 2025 kembali memberi gambaran besar mengenai perilaku berkendara di jalan raya. Selama dua pekan pelaksanaan, 17–30 November, tercatat 220.427 pelanggaran. Jumlah itu turun 16 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan sebagian besar pelanggaran tahun ini terekam kamera. ETLE mencatat 41.051 pelanggaran, meningkat cukup tajam dibanding 2024, sementara penilangan manual turun menjadi 69.488 kasus.
“Data penindakan 2025 turun dibanding 2024 yang mencapai 262.664 pelanggaran,” ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho di Polda Metro Jaya, Senin (08/12/2025).
Agus menyebut turunnya penindakan manual merupakan dampak peralihan penegakan hukum ke sistem elektronik yang lebih konsisten dan mengurangi potensi gesekan dengan masyarakat. Pada saat yang sama, jumlah teguran melonjak hingga 150.939, sejalan dengan pola operasi yang menitikberatkan edukasi.
Selain penindakan, aparat juga mengintensifkan penyuluhan keselamatan berkendara melalui media serta di titik rawan kecelakaan. Tahun ini, kegiatan penyuluhan disebut mencapai 3,6 juta aktivitas, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Penyebaran informasi melalui spanduk, stiker, dan media luar ruang juga meningkat signifikan. Secara keseluruhan, hampir tiga ribu personel terlibat selama dua pekan operasi digelar.
Data kecelakaan selama Operasi Zebra turut menunjukkan perubahan. Total 3.288 kejadian tercatat, turun tipis dari tahun sebelumnya. Penurunan jumlah korban meninggal lebih menonjol, yakni 361 orang, atau hampir seperempat lebih rendah dibanding 2024. Namun korban luka berat naik menjadi 542 orang, sementara korban luka ringan relatif stabil. Kerugian material justru meningkat menjadi Rp6,59 miliar.
Agus menilai tren ini berkaitan dengan perluasan penggunaan ETLE dan meningkatnya pengawasan di titik rawan. Ia berharap sistem elektronik mendorong pengendara lebih tertib karena kesadaran, bukan semata akibat keberadaan petugas. “Intinya tetap keselamatan,” ujarnya.
Polda Metro Jaya berharap perangkat ETLE diperbanyak. Saat ini, 127 kamera statis dan delapan kamera mobile mengawasi sejumlah ruas di Jakarta dan sekitarnya. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin, jumlah tersebut belum ideal untuk wilayah sepadat Jakarta. Dengan sistem yang sebagian besar bekerja otomatis, interaksi langsung petugas dan pengendara dinilai bisa terus dikurangi.
Rata-rata, kamera ETLE di Ibu Kota merekam puluhan ribu pelanggaran setiap hari. Dari Januari hingga November 2025, lebih dari 1,8 juta pelanggaran tercapture, dan sekitar 421 ribu di antaranya telah ditindaklanjuti hingga tahap pembayaran denda.
Polri berencana melakukan perluasan besar-besaran perangkat ETLE. Agus menyebut target peningkatan dari 127 menjadi 500 kamera untuk memperkuat konsistensi penegakan hukum. Dengan begitu, penindakan diharapkan makin transparan dan tidak bergantung pada kontak langsung antara petugas dan masyarakat. (rmg/xan)