SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan pengangkutan dan pembersihan gunungan sampah yang menumpuk di sejumlah titik. Proses pengangkutan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan petugas kebersihan dan unsur kewilayahan.
Sekretaris DLH Kota Tangerang Selatan, Hadi Widodo mengatakan bahwa penanganan sampah tidak bisa dilakukan sekaligus. Mengingat, kata dia, volume dan sebaran titik penumpukan yang cukup banyak.
“Tapi ini prosesnya enggak sekaligus memang, bertahap, sampai berakhir nanti,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (17/12).
Ia menyebutkan, operasi pengangkutan sampah diperkirakan sudah berjalan sejak dua malam terakhir. Namun hingga kini, DLH masih menunggu laporan rinci terkait pelaksanaan di lapangan. DLH memprioritaskan pengangkutan sampah di koridor jalan utama dan kawasan pasar yang dinilai paling mengganggu aktivitas masyarakat.
“Terutama yang diprioritaskan yang koridor jalan dulu, yang menumpuk, kemudian di pasar-pasar seperti itu. Mungkin itu dulu yang difokuskan, baru berlanjut ke yang lain. Saya belum dapat laporan detailnya juga sih, jadi sepertinya sudah 2 malam sih,” katanya.
Terkait penggunaan armada, Hadi mengaku belum mendapatkan informasi apakah pengangkutan sudah menggunakan armada baru. Namun, ia memastikan proses penanganan sudah mulai bergerak.
Baca Juga: Warga Bukit Nusa Indah Surati Wali Kota Tangsel Soal Penolakan SMPN 25
DLH Tangsel juga belum mengantongi data jumlah sampah yang berhasil diangkut. Hadi menargetkan proses pengangkutan sampah di seluruh titik dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan.
“Kita targetkan secepatnya ya, dalam 2-3 hari sudah selesai semua,” bebernya.
Hadi mengklaim sampah hasil pengangkutan dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) untuk dilakukan pemilahan dan pengolahan lanjutan. Saat ini, DLH Tangsel memanfaatkan lebih dari 30 TPS 3R yang tersebar di seluruh kecamatan. Selain itu, pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan wilayah lain untuk membantu penanganan sampah.
“Tapi sementara di TPS3R dulu sementara ini ya. Yang jelas kita coba di lokasi-lokasi TPS3R kita dulu. Ada 30 lebih TPS 3R yang kita manfaatkan. Tersebar ya di seluruh area kecamatan,” sebutnya.
Sebagai informasi, titik lokasi gunungan sampah yang pertama dibersihkan di depan Pasar Cimanggis Jalan Dewi Sartika Kecamatan Ciputat. Seluruh proses pengangkutan melibatkan 27 armada truk baru.
“Pengangkutan dilakukan dengan memaksimalkan 27 armada baru,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin melalui keterangan tertulis.
Baca Juga: Kasus Kandang Ayam di Ciputat Tak Kunjung Tuntas, Warga Kirimkan Somasi
Menurutnya, sebanyak 27 truk sampah mengangkut 54 unit bak penampungan atau amrol. Armada tersebut menyisir titik-titik lokasi ceceran sampah di tujuh wilayah kecamatan se-Kota Tangsel. Asep Nurdin tegaskan dengan mempertimbangkan kapasitas armada dan lokasi tempat pembuangan sementara. Lokasinya tidak ia sebutkan.
“Yang terpenting, prosesnya terus berjalan dan kami pastikan tidak berhenti sampai kondisi kembali normal,” tegasnya.
Langkah ini, lanjut Asep, bersamaan dengan upaya penataan yang tengah dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Mulai dari pembangunan terasering agar tidak longsor ke anak Kali Cirompang, beronjong di landfill 3, pembukaan akses jalan menuju landfill 4 dan pembebasan lahan untuk pembangunan hanggar Material Recovery Facility (MRF).
Ke depan, lanjut Asep, Pemkot Tangsel akan memindahkan paradigma dengan mengutamakan pengelolaan sampah sejak dari hulu. Mulai dari peningkatan edukasi dan sosialisasi pilah sampah, TPS3R, hingga Bank Sampah.
Setelah itu, pengelolaan sampah di hilir harus menggunakan teknologi, salah satunya Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama dan mendukung upaya pemerintah dengan mengelola sampah sejak dari rumah. Termasuk memilah sampah organik dan anorganik.
“Dengan langkah pengangkutan bertahap yang terus dilakukan, Pemkot Tangsel optimistis kondisi kebersihan kota akan segera kembali normal, sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata ke depannya,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan, sejumlah gunungan sampah masih banyak terlihat, mulai dari separator Jalan Otista hingga Dewi Sartika. Sampah juga menumpuk di pinggir jalan dan yang paling parah berada di kolong flyover Ciputat. Semua titik sampah itu ditutupi terpal besar.
Sementara itu pimpinan cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak pemerintah kota segera menuntaskan permasalahan sampah. Pasalnya, selama sepekan terakhir banyak masyarakat Kota Tangsel mengeluhkan soal masalah sampah yang menumpuk berhari-hari di sejumlah ruas jalan.
Ketua PC GP Ansor Kota Tangsel Imam Fitra Ramadhan mengungkapkan, Pemkot Tangsel seharusnya belajar dari peristiwa 2020 saat jebolnya turap sehingga tumpukan sampah di TPA Cipeucang tumpah ke Sungai Cisadane.
“Urusan TPA Cipeucang ini kan urusan lama masa yang nggak kelar-kelar, kalau memang nggak mampu ya bayar konsultan. APBD kan besar, jangan malah bikin proyek-proyek nggak penting sedangkan masalah yang urgent malah diabaikan,” ungkap Imam.
Imam menegaskan, Pemkot Tangsel harus mencari solusi tepat bukan solusi sesaat.
“Warga yang hidup di sekitar TPA Cipeucang merasakan dampak buruknya, selain air yang tercemar kualitas udara pun sangat buruk, padahal setiap orang berhak mendapatkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat,” tegas Imam.
Maka itu, lanjut Imam, GP Ansor Kota Tangsel mendesak agar Pemkot Tangsel segera menyelesaikan permasalahan sampah. “Dampaknya akan dirasakan masyarakat setiap hari hirup aroma busuk dan dapat mengganggu kesehatan. Selain itu, akan mencoreng nama Pemkot,” pungkas Imam. (eko)
























