SATELITNEWS.COM, LEBAK — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengelola Terminal Mandala Lebak mewaspadai maraknya travel gelap atau angkutan tidak berizin yang kerap memanfaatkan lonjakan penumpang pada arus mudik dan arus balik.
Kepala Terminal Mandala Lebak, Muksin, mengatakan bahwa setiap momentum hari besar keagamaan selalu diikuti dengan kemunculan travel gelap di sejumlah titik tertentu. “Ada beberapa titik yang sudah kami kantongi sebagai lokasi operasi travel gelap, salah satunya di flyover Mandala atau Jembatan Tol Serang–Panimbang,” ujar Muksin, Minggu (21/12/2025).
Namun demikian, Muksin mengaku pihaknya belum dapat memastikan langkah penindakan terhadap travel gelap tersebut. Pasalnya, penertiban tidak bisa dilakukan secara sepihak dan harus melibatkan lintas instansi. “Untuk pencegahan dan penindakan, kami masih menunggu arahan dari pusat karena sifatnya kolaboratif dengan kepolisian. Hingga kini belum ada instruksi,” jelasnya.
Ia menegaskan, keberadaan travel gelap sangat merugikan angkutan umum resmi yang telah memiliki trayek, tarif, serta legalitas yang diatur pemerintah. “Kebanyakan travel gelap itu mengangkut penumpang ke wilayah Lebak Selatan yang jaraknya cukup jauh,” katanya.
Muksin menambahkan, pihaknya tidak mempersoalkan keberadaan angkutan daring karena memiliki legalitas yang jelas. Meski begitu, angkutan daring diakuinya turut berdampak pada penurunan jumlah penumpang yang masuk ke Terminal Mandala.
“Pada hari biasa, jumlah penumpang sekitar 400 hingga 500 orang. Saat hari besar keagamaan, jumlahnya bisa mencapai 1.000 penumpang,” imbuhnya. Untuk menghadapi arus mudik dan balik Nataru, Terminal Mandala Lebak juga rutin menggelar pemeriksaan kendaraan atau ramp check terhadap seluruh armada, mulai dari bus AKAP, AKDP, angkutan desa, hingga angkot.
Baca Juga: Jelang Arus Mudik Lebaran, Kelaikan Bus Dicek di Terminal Mandala Lebak
“Kami memprediksi puncak arus mudik Nataru akan terjadi pada 24 Desember. Kendaraan yang tidak layak jalan akan kami rekomendasikan untuk diperbaiki terlebih dahulu,” pungkasnya.
Sementara, salah seorang sopir angkutan umum di Terminal Mandala yang enggan disebutkan namanya menyatakan dukungannya terhadap rencana penertiban travel gelap. Menurutnya, keberadaan angkutan ilegal tersebut semakin merugikan sopir angkutan resmi. “Kami sudah terdampak oleh angkutan daring, jangan ditambah lagi dengan travel gelap. Kami berharap pemerintah benar-benar melakukan penertiban,” katanya. (mulyana)
























