SATELITNEWS.COM, LEBAK–Pagi tadi, Lapangan Serbaguna Lapas Kelas III Rangkasbitung tak lagi terasa seperti ruang yang dibatasi tembok dan jeruji. Ia berubah menjadi tempat bertemunya rindu yang lama terpendam, doa yang tak pernah putus, dan kasih sayang yang tetap hidup meski jarak memisahkan.
Satu per satu warga binaan perempuan melangkah masuk, mata mereka mencari sosok paling berarti: ibu. Bendera Merah Putih berkibar perlahan, seolah ikut menyaksikan momen penuh makna dalam peringatan Hari Ibu. Sebanyak 70 ibu warga binaan hadir, sebagian dengan wajah menahan haru, sebagian lain tak kuasa menyembunyikan air mata saat akhirnya dapat bertatap muka dengan anak yang tengah menjalani masa pembinaan.
Di balik dinding lapas yang biasanya identik dengan kedisiplinan dan rutinitas ketat, Hari Ibu menjelma menjadi ruang hangat untuk kembali menjadi anak dan ibu—tanpa status, tanpa jarak. Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lebak beserta jajaran menambah suasana penuh perhatian, menghadirkan sentuhan empati di tempat yang jarang disentuh kelembutan.
Rangkaian kegiatan berlangsung sederhana namun sarat makna. Penampilan seni dari warga binaan-tarian dan lantunan lagu bertema ibu-mengalir jujur dari hati, mengundang tepuk tangan dan isak haru. Momen paling menyentuh hadir saat warga binaan dan keluarga dipersilakan berinteraksi.
Pelukan yang tertahan lama akhirnya terlepas, genggaman tangan terasa lebih erat, dan senyum bercampur air mata mengisi setiap sudut lapangan.
Kepala Lapas Rangkasbitung, Muarif Khakim, menyampaikan apresiasi kepada para orangtua yang hadir dan tak pernah lelah memberi dukungan kepada anak-anak mereka.
Baca Juga: Sejumlah Narapidana Lapas Rangkasbitung Lebak Diajari Budidaya Ubi Jepang
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para ibu. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi jembatan emosional antara warga binaan dan ibunya. Dukungan ibu adalah kekuatan besar dalam proses pembinaan, karena kami yakin, ibu adalah pintu surga dan sumber semangat untuk menjalani hidup yang lebih baik,” ujar Muarif, Selasa (23/12/2025).
Pesan penuh harapan juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya. Ia menegaskan bahwa Hari Ibu adalah momentum untuk kembali menyalakan harapan. “Hari Ibu mengingatkan kita pada ketulusan dan kasih sayang yang tak bersyarat. Kami berharap para ibu dan warga binaan tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri dan menata masa depan yang lebih baik,” tutur Belia.
Peringatan Hari Ibu di Lapas Rangkasbitung hari itu menjadi pengingat bahwa di balik kesalahan masa lalu, masih ada cinta yang setia menunggu. Pembinaan tak hanya soal aturan dan disiplin, tetapi juga tentang sentuhan kemanusiaan, kesempatan kedua, dan harapan untuk pulang sebagai pribadi yang lebih baik. (mulyana)

















