SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Arus pergerakan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Lonjakan kendaraan pribadi dan umum terjadi bersamaan. Arus balik diperkirakan mencapai puncaknya 4 Januari 2026, lebih lambat dibanding prediksi awal 2 Januari.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sekitar 1,7 juta kendaraan meninggalkan Jakarta melalui jalan tol hingga akhir pekan. Setara hampir 60 persen dari total kendaraan yang diproyeksikan keluar Ibu Kota.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut volume tinggi terutama menuju kawasan wisata, meski kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan. “Pergerakan kendaraan cukup besar, khususnya ke arah Jawa dan Bali,” kata Agus, Minggu (28/12/2025).
Total kendaraan yang keluar Jakarta diperkirakan mencapai 2,9 juta unit, dominan ke Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Kepadatan tercatat di sejumlah titik rutin macet saat libur, seperti pada Nataru 2024/2025 meski jumlah kendaraan sedikit lebih rendah, sekitar 2,8 juta unit.
Di lapangan, contraflow dan buka-tutup diterapkan di rest area Tol Trans Jawa, jalur Puncak Gadog, Bandung–Cianjur, hingga simpang Mengkreng di Jawa Timur. Kepadatan juga terpantau di Malang Raya, Kota Batu, dan jalur penyeberangan Gilimanuk–Bali.
Mobilitas tinggi juga terlihat pada angkutan umum. Kementerian Perhubungan mencatat 10.117.847 penumpang selama 18–26 Desember, naik 4,85 persen dibanding periode sama tahun lalu.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dan terus kami tekankan kepada para operator,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi.
Rinciannya: kereta api 3,52 juta, angkutan udara 2,46 juta, penyeberangan 1,73 juta, angkutan darat 1,51 juta, dan angkutan laut 880 ribu orang. Posko Pusat mencatat lebih dari 4 juta kendaraan melintasi gerbang tol Jabodetabek H-7 hingga H+1 Natal.
Data terbaru dari PT Jasa Marga mencatat kendaraan kembali ke Jabotabek pada H+2, Sabtu 27 Desember 2025 pukul 06.00 WIB hingga Minggu 28 Desember pukul 06.00 WIB, mencapai 168.000 kendaraan.
“Angka ini kumulatif dari empat gerbang tol utama: GT Cikupa (Merak), GT Ciawi (Puncak), GT Cikampek Utama (Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (Bandung),” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, di Jakarta.
Volume lalu lintas meningkat 15,66 persen dibanding lalin normal (145.778 kendaraan). Distribusinya: 78.835 kendaraan (46,75%) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 45.815 (27,17%) dari Barat (Merak), dan 43.964 (26,07%) dari Selatan (Puncak).
Dari Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama 36.301 unit (+28,7%), Bandung melalui GT Kalihurip 42.534 unit (+32,05%), total dua gerbang 78.835 kendaraan (+30,49%). Merak melalui GT Cikupa 45.815 unit (+0,77%), Puncak melalui GT Ciawi 43.964 unit (+10,19%).
Secara keseluruhan, Jasa Marga mencatat 1.731.850 kendaraan meninggalkan Jabotabek sejak H-7 hingga H+2, meningkat 14,49 persen dari lalin normal (1.512.617 kendaraan).
Memasuki fase arus balik, Korlantas memprediksi puncak bergeser ke 4 Januari 2026, dipengaruhi kebijakan work from anywhere (WFA). Agus menyebut sekitar 2,8 juta kendaraan diperkirakan kembali ke Jakarta dari Trans Jawa dan Sumatera, dengan tekanan tinggi pada jam dan titik tertentu.
Untuk mengantisipasi lonjakan, Korlantas menyiapkan penebalan personel serta skema rekayasa lalu lintas. Termasuk one way dan contraflow, yang diterapkan secara situasional.
Kementerian Perhubungan mengingatkan potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, terutama hujan lebat. Posko Pusat Angkutan Nataru beroperasi 24 jam hingga 5 Januari 2026, memantau dinamika transportasi dan merespons potensi gangguan. Langkah ini diharapkan menekan risiko kemacetan dan kecelakaan di tengah tingginya mobilitas masyarakat. (rmg/xan)