SATELITNEWS.COM, SERANG – Program ketahanan pangan di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, belum optimal. Hal itu terjadi, karena keterbatasan anggaran dan regulasi yang belum populis.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Nasir M Daud mengakui, program ketahanan pangan yang ada diinstansinya belum berjalan optimal, karena beberapa hal. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar masyarakat bisa memahami mengenai program ketahanan pangan.
“Memang belum optimal, makanya kita sasar sekolah dan pondok pesantren untuk mengoptimalkan ketahanan pangan. Karena memang skala kita dari rumahan atau dari skala kecil,” katanya, diruang kerjanya, Selasa (30/12/2025).
Nasir mengatakan, ada beberapa program unggulan untuk memaksimalkan ketahanan pangan, salah satunya program makanan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) ke lingkungan sekolah dan pondok pesantren.
“Tahun ini baru ada 45 pondok pesantren dan delapan sekolah yang bisa kita akomodir. Kita sih inginnya setiap tahun ada minimal 40 pondok atau sekolah yang ikut program ini,” tambahnya.
Masir mengatakan, puluhan pondok dan sekolah itu nantinya akan menjadi binaan Dinas Ketahanan Pangan agar bisa memanfaatkan lahan yang tersedia. Secara keseluruhan, ada ribuan pondok dan sekolah yang akan dilibatkan dalam program tersebut.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Di Provinsi Banten Diperketat
“Kalau semuanya ada ribuan, tetapi kan kalau melihat anggaran yang ada, paling tidak ada 40 samapi 50 pondok dan sekolah yang bisa kita bina,” ujarnya.
Nasir mengatakan, pihaknya belum bisa berbicara banyak terkait program tersebut karena anggaran yang dimiliki instansinya cukup terbatas dan belum bisa menampung beberapa kegiatan lain.
Terlebih, setelah keluarnya evaluasi Mendagri terkait APBD Banten tahun 2026, anggaran untuk Dinas Ketahanan Pangan dikurangi hingga Rp2 Miliar lebih dari pagu sebelumnya sekira Rp25 Miliar.
“Kemarin kita baru rakor dan ternyata ada pengurangan Rp2,4 miliaran. Ya mau bagaimana lagi, kita optimalkan anggaran yang ada agar program ketahanan pangan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya lagi.
Sementara, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Provinsi Banten, Kurnia Satriawan mengatakan, program ketahanan pangan merupakan program populis Presiden Prabowo Subianto.
Terkait hal itu, pihaknya sudah merancang program kerja di Pemprov Banten dan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Baca Juga: Dinas Ketapang Provinsi Banten Klaim Stok Pangan Aman
“Iya tahun depan ketahanan pangan jadi salah satu prioritas. Kalau kita berbicara ketahanan pangan, kan banyak turunannya, bukan hanya dari hasil bumi dan lainnya, infrastruktur juga jadi salah satu didalamnya,” ungkapnya.
Kurnia mengatakan, Pemprov Banten sudah merancang program kerja prioritas agar proyek ketahanan pangan berjalan baik, salah satunya dengan membangun Jalan Usaha Tani (JUT), ketersediaan pangan, dan lainnya.
“Tinggal kita maksimalkan ditahun berikutnya, karena setiap tahun akan ada program ini. Kita lakukan secara bertahap setiap tahunnya supaya ketahanan pangan di Banten bisa berjalan baik,” imbuhnya. (adib)
























