SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Euforia menyambut pergantian tahun menuju 2026 terasa hampir di seluruh penjuru Indonesia. Libur panjang, perjalanan wisata, hingga perayaan malam tahun baru membuat mobilitas masyarakat meningkat tajam.
Di balik suasana meriah itu, risiko kehilangan barang berharga ikut mengintai. Dompet tertinggal, ponsel raib, kendaraan hilang, hingga hewan peliharaan atau bahkan orang yang terpisah dari rombongan kerap menjadi cerita klasik setiap musim liburan.
Menjawab tantangan tersebut, hadir Aplikasi Bantu Cari, sebuah platform digital karya anak bangsa yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat menemukan barang hilang secara lebih cepat dan terorganisir. Mulai dari dompet, ponsel, kendaraan, hewan peliharaan, hingga orang hilang dapat dilaporkan dan dicari melalui satu aplikasi.
CEO Bantu Cari, Muhammad Arbani, menjelaskan aplikasi ini lahir dari tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan pencarian barang yang efektif dan mudah diakses.
“Momentum libur tahun baru selalu dibarengi risiko kehilangan barang. Bantu Cari hadir sebagai solusi digital untuk membantu masyarakat menemukan barang yang hilang. Aplikasi ini 100 persen karya anak bangsa dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Arbani kepada satelitnews.com, Rabu (31/12/2025).
Tak sekadar menjadi aplikasi pelaporan kehilangan, Bantu Cari digadang-gadang sebagai marketplace jasa pencarian pertama di Indonesia yang akan resmi meluncur pada 2026.
Baca Juga: Bupati Tangerang Tekankan MPLS Ramah Anak dan Penguatan Karakter
Arbani menegaskan, platform ini siap menjadi pionir sekaligus pemain utama di sektor jasa pencarian barang hilang berbasis digital.
“Saat ini Bantu Cari menjadi yang pertama di market jasa pencarian barang hilang. Di 2026, kami optimistis bisa menjadi top player sekaligus pelopor,” katanya.
Bantu Cari digagas oleh tiga inisiator, yakni Agus Ilhamsyahputra, Muhammad Arbani, dan Hendry Fajarnegara. Ketiganya optimistis aplikasi ini mampu menjadi solusi utama dalam ekosistem lost and found digital di Indonesia.
Menariknya, Bantu Cari mengusung konsep gamifikasi untuk mendorong partisipasi publik. Pengguna tidak hanya melapor atau mencari, tetapi juga dapat terlibat aktif membantu sesama, sehingga tercipta semangat gotong royong berbasis teknologi.
Ke depan, Bantu Cari juga berencana menjalin kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak strategis, mulai dari kepolisian, rumah sakit, shelter hewan, hingga komunitas relawan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pencarian serta meningkatkan tingkat keberhasilan penemuan barang maupun individu yang hilang.
Baca Juga: 22 Jembatan Merah Putih Bakal Dibangun di Kabupaten Tangerang
Dengan pendekatan digital terintegrasi, berbasis komunitas, dan didukung teknologi modern, Bantu Cari diyakini menjadi solusi inovatif yang relevan bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi persoalan kehilangan di era digital. (aditya)

















