SATELITNEWS.COM, LEBAK – Proses evakuasi Alisya Hibatillah, 7, dari dalam sumur di Kampung Kebun Cau, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, berlangsung menegangkan, Selasa (22/9/2026) malam.
Tim SAR gabungan harus bekerja hati-hati untuk mengangkat tubuh korban dari dasar sumur. Dengan menggunakan teknik lifting, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi Alisya sekitar pukul 20.15 WIB. Namun, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Dantim Basarnas Banten, Ruddy, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan memperhitungkan kondisi lokasi dan keselamatan seluruh personel yang terlibat.
“Setibanya di lokasi, kami langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat. Setelah kondisi dinilai memungkinkan, tim melaksanakan evakuasi menggunakan teknik lifting,” ujar Ruddy dalam rilis yang diterima Satelitnews.com, Rabu (23/9/2026).
Sebelum pengangkatan dilakukan, personel SAR gabungan terlebih dahulu menyusun teknik evakuasi berdasarkan kondisi sumur. Setelah dinilai aman, petugas bekerja secara bertahap hingga tubuh korban berhasil dikeluarkan dari dalam sumur.
Jenazah Alisya kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca Juga: Dihentikan, Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Hari Kesepuluh Nihil
“Korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya kami serahkan kepada pihak keluarga. Setelah proses evakuasi selesai, seluruh unsur melaksanakan debriefing dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” kata Ruddy.
Berawal dari Hendak Mengambil Tas
Peristiwa tersebut bermula saat Alisya hendak mengambil tas yang berada di atas sumur. Saat berusaha meraih tas tersebut, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke dalam sumur.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian meminta bantuan. Laporan tersebut diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, yang selanjutnya mengerahkan tim rescue menuju lokasi.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 19.34 WIB. Jarak antara lokasi kejadian dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten diperkirakan mencapai 53,1 kilometer.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang telah berada di tempat kejadian. Setelah kondisi memungkinkan, proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik lifting.
Operasi tersebut melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, BPBD Kabupaten Lebak, Polsek Cibadak, Koramil Rangkas, Puskesmas Mandala, Damkar Kabupaten Lebak, IOF Lebak, serta masyarakat setempat.
Baca Juga: Pencarian dari Selat Sunda Hingga Bengkulu, Rombongan Jurnalis Belum Ditemukan
Setelah korban berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh personel kemudian kembali ke satuan masing-masing. (mulyana)

















