SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang, terus mendapat perhatian Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.
Ia terus menyoroti keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), baik yang sudah berjalan maupun yang baru berdiri.
Seperti keberadaan SPPG Karya Bakti, di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, yang diresmikannya, Sabtu (3/1/2026) lalu.
Katanya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Oleh karenanya, Pemerintah Daerah (Pemda) sangat fokus mengawasi dan mengawalnya.
“Cita – cita Pak Presiden Prabowo Subianto, untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas,” kata Bupati Dewi, Minggu (4/1/2026).
Oleh karenanya, ia menekankan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Se-Kabupaten Pandeglang untuk tetap menjaga kualitas gizi dan higienis makanannya.
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
Keberadaan SPPG tambahnya, merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung dan mendorong peningkatan kualitas gizi, serta kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak.
“SPPG harus menjadi garda terdepan, dalam upaya pencegahan stunting, serta dapat memenuhi gizi seimbang bagi masyarakat,” tambahnya.
Ditegaskannya, SPPG bukan sekadar tempat memasak atau pelayanan. Tetapi, lebih kepada pusat edukasi gizi bagi masyarakat. Berikan dan sampaikan edukasi kepada masyarakat, terkait makanan yang bergizi. Sehingga, kedepan dapat lahir generasi yang sehat, cerdas, berkualitas, unggul dan tangguh.
Ia juga berharap, SPPG Karya Bakti dikelola dengan profesional dan berkelanjutan. Apalagi, dapat menjadi contoh untuk SPPG di lokasi lain.
“Karena yang diperhatikan kedepan, salah satunya soal kebersihan, pengelolaan yang profesional, serta manfaatnya untuk masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara, perwakilan Yayasan Citra Bakti Banten selaku pengelola SPPG, Miftahul Farid Sukur mengatakan, berdasarkan pemetaan sementara ada 20 sekolah yang akan menjadi penerima manfaat keberadaan SPPG itu.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
“Diantaranya, 2.500 pelajar, 500 dari kelompok B3 yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan Bayi Dibawah Lima Tahun (Balita),” ungkap Farid.
Ditambahkannya, pihaknya sudah menempuh seluruh tahapan dan mekanisme yang ditentukan Badan Gizi Nasional (BGN). Baik standarisasi bangunan, pelatihan penjamah makanan, sanitasi, sertifikasi koki, dan hal – hal lainnya yang dibutuhkan secara prosedur.
Terkait yang disampaikan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menurutnya, tentu pihaknya sangat respect dengan semua itu.
“Ini program terpusat, kami sudah persiapkan semua secara maksimal dan sesuai standar yang ditetapkan BGN,” pungkasnya. (mardiana)
